Kuala Lumpur – Malaysia tampaknya mengubah strategi naturalisasi pemain sepak bola, beralih dari pemain keturunan ke pemain asing yang berkiprah di liga lokal. Hal ini dilakukan setelah skandal pemalsuan dokumen yang sempat mengguncang persepakbolaan Negeri Jiran.

Alih-alih menghentikan program naturalisasi, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kini mencoba pendekatan berbeda. Mereka kini membidik pemain asing yang telah menetap minimal lima tahun di Malaysia, sesuai dengan persyaratan naturalisasi standar.

Sebelumnya, Malaysia sempat mencoba menaturalisasi pemain keturunan dengan memalsukan dokumen kelahiran leluhur. Namun, upaya ini tercium FIFA dan berujung pada sanksi bagi federasi, timnas, dan tujuh pemain yang terlibat. FAM saat ini masih berupaya mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk membebaskan para pemain tersebut dari sanksi.

Satu pemain yang sudah dinaturalisasi adalah Jordan Mintah. Namun, pemain tersebut gagal tampil di Kualifikasi Piala Asia 2027 November lalu karena masalah dokumen.

Kini, muncul isu bahwa Malaysia akan menaturalisasi penyerang Johor Darul Takzim (JDT) asal Brasil, Bergson. Isu ini mencuat setelah pelatih timnas Malaysia, Peter Cklamovski, mengunggah video wawancara Bergson disertai bendera Malaysia.

Media Vietnam, TheThao247.vn, menulis, “Asosiasi Sepak Bola Malaysia terus berupaya untuk mendapatkan pemain naturalisasi di tengah badai yang melanda.”

Bergson, yang kini berusia 35 tahun, telah bermain di Liga Malaysia sejak 2021. Meski terbilang tidak muda lagi, kualitasnya dinilai masih mumpuni. Pada musim 2025/2026, ia mencetak 13 gol dan menjadi yang terdepan dalam koleksi gol di Liga Malaysia, meski sempat mengalami cedera.

“Bergson tidak hanya memukau di lapangan, tetapi ia juga memenangkan hati para penggemar Malaysia berkat integrasinya yang cepat ke dalam kehidupan lokal,” tulis TheThao247.vn. Mereka menambahkan bahwa pemain kelahiran 1990 itu telah berulang kali menunjukkan kemampuannya berkomunikasi dalam bahasa Melayu dan berbagi kecintaannya pada masakan tradisional seperti nasi lemak dan nasi goreng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *