Jakarta – Royal Sports menjalin kemitraan strategis dengan klub basket Satria Muda Pertamina Bandung untuk meningkatkan kesehatan dan performa atlet. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di Royal Sports, Sunter, Jakarta, pada Selasa (13/1/2026).
Kemitraan ini bertujuan membangun ekosistem olahraga berstandar internasional. Fokusnya meliputi kesiapan bertanding atlet, pencegahan cedera, deteksi dini masalah kesehatan, serta peningkatan performa melalui pendekatan ilmiah.
Pendiri Royal Sports, Derice Sumantri, menekankan pentingnya pendekatan spesifik untuk atlet basket. “Pemain basket menggunakan tubuhnya dengan cara yang berbeda dibandingkan atlet cabang lain. Asesmen dan penanganannya pun harus disesuaikan agar mereka berada pada kondisi optimal saat bertanding,” ujarnya.
Melalui pendekatan multidisiplin, Royal Sports akan mendeteksi potensi cedera sejak dini dan memberikan layanan medis komprehensif. Para pemain Satria Muda Pertamina Bandung akan menjalani medical check-up khusus olahraga basket yang dirancang secara menyeluruh dengan pendekatan evidence-based medicine.
Dokter Konsultan Cedera Olahraga Royal Sports, dr Bobby Natanel Nelwan, SpOT(K), menyatakan komitmen Royal Sports untuk menghadirkan standar layanan yang memungkinkan atlet bertanding dengan kesiapan maksimal dan meminimalkan risiko cedera.
Managing Director Satria Muda Pertamina Bandung, Christian Ronaldo Sitepu, menegaskan bahwa kesehatan dan kesejahteraan atlet adalah prioritas utama. “Kehadiran Royal Sports sebagai mitra strategis sangat membantu kami menjaga kondisi pemain agar tetap prima, pulih secara optimal, dan mampu tampil konsisten sepanjang musim,” katanya.
Royal Sports telah berpengalaman mendampingi berbagai komunitas dan federasi olahraga nasional maupun internasional. Setiap tahun, Royal Sports mencatat lebih dari 5.000 tindakan operasi dan klinis, serta sekitar 23.000 program pemeriksaan medis dan pemulihan pascakompetisi. Pengalaman ini menjadikan Royal Sports sebagai mitra kesehatan olahraga yang berorientasi pada pencegahan cedera, optimalisasi pemulihan, dan penguatan performa atlet.











