Jakarta – Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, bersiap memulai rangkaian tur Asia mereka dengan berlaga pada turnamen Japan Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada 14 hingga 19 Juli mendatang. Turnamen ini menjadi pembuka dari serangkaian jadwal padat yang akan diikuti oleh pasangan tersebut, termasuk China Open 2026 dan Kejuaraan Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di India pada Agustus mendatang.

Dalam persiapan menghadapi turnamen-turnamen tingkat tinggi tersebut, Raymond menyebut bahwa timnya telah menjalani porsi latihan rutin dengan fokus khusus pada peningkatan kondisi fisik. Menurutnya, persiapan ini krusial mengingat persaingan di level kompetisi tersebut melibatkan pasangan-pasangan elite dunia yang menghuni peringkat 10 besar dan memiliki pengalaman bertanding yang jauh lebih luas.

Nikolaus Joaquin mengakui bahwa tantangan yang dihadapi pada turnamen kali ini tidaklah mudah. Evaluasi intensif telah dilakukan bersama tim pelatih untuk memperbaiki performa setelah hasil runner-up pada ajang Indonesia Open 2026 lalu. Bagi Joaquin, kunci utama untuk meraih gelar juara adalah kerja keras dan konsistensi di setiap pertandingan. Ia menegaskan bahwa setiap turnamen merupakan kesempatan berharga untuk terus mengasah kemampuan di lapangan.

Keikutsertaan Raymond dan Joaquin dalam tur Asia ini juga menjadi bagian dari program jangka panjang PBSI untuk mematangkan persiapan mereka menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Meski menargetkan ajang empat tahunan tersebut, pasangan ini menegaskan bahwa mereka tidak memiliki perlakuan khusus dalam porsi latihan. Fokus utama mereka saat ini tetap pada penyelesaian setiap turnamen yang ada di depan mata secara bertahap.

Selain turnamen BWF World Tour, Kejuaraan Dunia 2026 menjadi target besar bagi keduanya. Raymond dan Joaquin menyatakan ambisi mereka untuk membawa pulang medali dari turnamen prestisius tersebut. Pengalaman tampil di Kejuaraan Dunia saat masih junior menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk membuktikan kapasitas di level senior dan menembus posisi podium.

Menanggapi dinamika persaingan global, khususnya langkah negara lain seperti Malaysia yang melakukan bongkar pasang komposisi pemain ganda putra, Joaquin menilai bahwa hal itu merupakan tantangan yang harus diwaspadai. Meskipun pasangan baru memiliki tantangan dalam hal membangun chemistry, kebiasaan individu pemain tetap menjadi faktor yang dipelajari. Pasangan ini secara khusus menyoroti potensi pertemuan dengan duet anyar Malaysia, Aaron Chia dan Aaron Tai, yang dinilai akan memberikan warna baru dalam persaingan ganda putra dunia.

Hingga saat ini, Raymond dan Joaquin terus mematangkan strategi permainan di pelatnas Cipayung. Mereka berkomitmen untuk tetap fokus pada setiap fase turnamen, mulai dari Japan Open hingga China Open, guna menjaga performa puncak sebelum menghadapi tantangan lebih besar di Kejuaraan Dunia. Dengan dukungan program latihan yang terstruktur dari pelatih, keduanya optimis dapat memberikan kontribusi maksimal bagi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *