Jakarta – Kompetisi musim reguler IBL GoPay 2026 telah mencapai paruh musim. Seluruh 11 tim peserta telah menyelesaikan 10 pertandingan, memberikan gambaran mengenai kandidat juara, kuda hitam, dan tim yang masih berjuang menemukan performa terbaik.
Paruh pertama musim ini menunjukkan kontras yang mencolok. Pelita Jaya Basketball Jakarta tampil dominan dengan rekor nyaris sempurna, sementara Pacific Caesar Surabaya masih tertahan tanpa kemenangan.
Pelita Jaya memimpin klasemen dengan rekor 10-0. Tim asuhan David Singleton ini juga menjadi tim paling produktif dengan rata-rata 85,5 poin per gim dan selisih poin +208. Konsistensi mereka terbukti dari empat kemenangan kandang dan enam kemenangan tandang.
Kekuatan Pelita Jaya terletak pada stabilitas tim. Trio asing Amorie Archibald, Darius Moten, dan Jeffree Withey tampil solid, didukung oleh pemain lokal yang menjaga intensitas permainan. Tidak adanya pergantian pemain asing mengindikasikan chemistry tim yang kuat.
Satria Muda Pertamina Bandung menempel ketat di posisi kedua dengan rekor 9-1. Satu-satunya kekalahan mereka diderita dari Pelita Jaya di kandang. Tim asuhan Djordje Jovicic ini membawa modal empat kemenangan beruntun menuju paruh kedua.
Kejutan terbesar datang dari Bogor Hornbills, tim promosi yang langsung menggebrak dengan rekor 8-2. Keberhasilan mereka didukung oleh dominasi kandang yang sempurna (5-0) dan produktivitas 85,2 poin per gim. Pelatih debutan Cesar Camara Perez berhasil membentuk identitas permainan cepat dan agresif.
Tangerang Hawks Basketball menunjukkan grafik menanjak. Setelah terseok di awal musim, pergantian pelatih ke Tondi Raja Syailendra mengembalikan ritme tim. Rekor 6-4 menjaga peluang Hawks untuk kembali ke zona playoff.
Sebaliknya, juara bertahan Dewa United Banten tampil di bawah ekspektasi dengan rekor 5-5. Tim asuhan Agusti Julbe Bosch ini terganggu oleh badai cedera yang membuat mereka belum pernah tampil dengan tiga pemain asing lengkap dalam satu pertandingan di paruh pertama.











