Jakarta – Dominasi Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah sebagai lumbung atlet taekwondo nasional coba didobrak. PBTI menegaskan komitmen untuk pemerataan kekuatan cabang olahraga ini ke seluruh pelosok Indonesia.

Ketua Umum PBTI, Richard Tampubolon, menyampaikan hal ini usai melantik Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) DKI Jakarta di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (24/7/2025). Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan PBTI yang ditetapkan pada 30 Juni 2025.

“Kita harus akui, taekwondo gudangnya itu ya tiga provinsi dari dulu, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,” ujar Richard, mengakui realita yang ada.

Namun, ia optimis representasi atlet dari daerah lain mulai menunjukkan potensi di pelatnas.

Untuk mewujudkan pemerataan tersebut, Richard mendorong penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pembinaan dan kemampuan atlet di berbagai daerah.

Sementara itu, Ketua Pengprov TI Jakarta, Oni Junianto, menyatakan kesiapannya membawa taekwondo Jakarta menuju level yang lebih tinggi. Fokus utama adalah pemilihan dan pembinaan atlet secara intensif. “Ke depan kita prioritaskan adalah pemilihan dan pembinaan atlet,” tegas Oni.

Ambisi besar pun dicanangkan, yakni meraih juara umum pada PON 2028 mendatang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *