Jakarta – Debut bersama Timnas Indonesia menjadi momen spesial bagi Ole Romeny. Ia bahkan harus membuat kesepakatan dengan sang nenek sebelum proses naturalisasi.
Antusiasme publik Indonesia terhadap dirinya, bahkan saat belum resmi menjadi WNI, membuatnya takjub.
“Saya belum pernah mengalami kegilaan seperti itu,” ujar Ole dalam wawancara dengan De Gelderlander.
Ia mengaku terkejut dengan sambutan luar biasa yang diterimanya sejak pertama kali tiba di Indonesia.
“Saya ingat semua orang datang menemui saya di bandara. Saya melihat orang-orang menangis,” lanjutnya.
Momen itu terjadi pada November tahun lalu, saat Timnas Indonesia menjamu Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
“Saya bahkan belum bermain satu menit pun untuk Indonesia,” kata Ole Romeny. “Saya hanya datang untuk menonton satu pertandingan, tetapi saya menerima begitu banyak perhatian: saya hampir tidak percaya.”
Kabar tentang naturalisasinya yang merebak luas membuat PSSI menghubunginya.
Namun, Ole mengaku sempat bingung karena belum meminta izin kepada keluarganya. Ia pun segera berdiskusi dengan ibunya dan membuat kesepakatan dengan sang nenek.
“Berita itu lalu banyak diberitakan oleh media lain, dan tak lama setelah itu, saya menerima telepon dari PSSI,” ungkapnya.
“Tapi jujur saja, saya bahkan tidak tahu saya diizinkan bermain untuk Indonesia.”
“Saya harus bertanya kepada ibu saya terlebih dahulu tentang kesepakatan dengan nenek saya,” imbuhnya.
Ole akhirnya menjalani debut bersama Timnas Indonesia pada Maret 2026 saat melawan Australia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meski mencetak gol, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 1-5.
Antusiasme suporter Garuda sangat dirasakan oleh Ole, meski terkadang sulit baginya untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.
“Ketika Anda berada di sana, begitu banyak hal yang terjadi, orang-orang sangat antusias,” kata Ole.
“Saya berada di tengah-tengahnya, jadi terkadang Anda hampir tidak bisa memahaminya,” pungkasnya.











