Guwahati – Tim bulu tangkis junior Indonesia gagal meraih gelar juara Piala Suhandinata 2025. Mereka takluk dari China di partai final dengan skor 0-2.

Pertandingan berlangsung di National Centre of Excellence, Assam, India, Sabtu (11/10/2025).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, mengatakan kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi. Terutama terkait pemerataan kekuatan di setiap sektor.

“Hasil runner-up tidaklah buruk, tapi bukan hasil yang terbaik,” ujar Eng Hian melalui keterangan resmi PBSI.

Eng Hian menyoroti pemerataan kekuatan di semua sektor sebagai tantangan utama. Indonesia dinilai tidak boleh hanya mengandalkan satu atau dua nomor unggulan.

“Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana kami bisa membuat pemerataan di semua sektor,” tegasnya.

Meski gagal mempertahankan gelar, Eng Hian tetap mengapresiasi perjuangan para atlet muda. Ia berharap para pemain segera fokus menghadapi nomor perorangan yang akan berlangsung pada 13-19 Oktober mendatang.

Kapten tim, Moh Zaki Ubaidillah, menyampaikan permintaan maaf atas hasil ini. Ia berjanji akan tampil lebih baik di nomor perorangan.

“Saya atas nama tim meminta maaf karena belum mendapatkan hasil terbaik,” kata Ubed, sapaan akrabnya.

Dalam pertandingan final, Indonesia yang berstatus juara bertahan tampil dengan semangat tinggi. Namun, China menurunkan tiga pasangan juara Asia Junior 2025 di sektor ganda.

Pada partai pertama, ganda putri Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine kalah tipis 8-9 dari pasangan China, Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian.

Di partai kedua, Rinjani kembali turun bersama Ikhsan Lintang Pramudya di sektor ganda campuran. Mereka menghadapi Chen Jun Ting/Cao Zi Han dan tertinggal 15-18.

China makin memantapkan keunggulan melalui tunggal putri Liu Si Ya yang menundukkan Thalita Ramadhani Wiryawan dengan skor 27-20. Sementara Ubed belum mampu menahan perlawanan Liu Yang Ming Yu.

Ganda putra Raihan Daffa Edsel Pramono/Alexius Ongkytama Subagio pun tak berdaya dan hanya mengumpulkan tiga poin, menutup set pertama dengan kekalahan 30-45.

Di set kedua, ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono tampil gigih. Namun, perjuangan mereka harus terhenti di angka 44-45, membuat Indonesia kalah 0-2 secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *