Padang – Skandal pemalsuan dokumen naturalisasi Timnas Malaysia dibongkar oleh media asal Inggris, The Guardian. Faktor kesuksesan proyek naturalisasi Timnas Indonesia disebut menjadi akar penyebabnya.
Timnas Indonesia menjadi fenomena baru di Asia berkat proyek naturalisasi yang membuat mereka hampir lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1938. Mereka mencapai ronde keempat dan hanya berjarak dua pertandingan ke putaran final.
Dalam setiap pertandingan, 8-9 pemain kelahiran Eropa menjadi bagian dari susunan pemain inti Timnas Indonesia. Bahkan, beberapa di antaranya bermain sebagai pemain inti di klub lima liga besar Eropa. The Guardian mencontohkan Kevin Diks yang bermain untuk Borussia Monchengladbach di Liga Jerman.
Kekuatan ini mengubah nasib Timnas Indonesia yang sebelumnya sering menjadi bulan-bulanan di Kualifikasi Piala Dunia. The Guardian menyebut bahwa Malaysia iri dengan kesuksesan Indonesia.
Malaysia kemudian melakukan naturalisasi kepada tujuh pemain diaspora dari Brasil, Argentina, Spanyol, hingga Belanda. Proyek ini sempat membuahkan hasil dengan kemenangan pertama atas Vietnam setelah satu dekade pada 10 Juni 2025 di Kualifikasi Piala Asia 2027.
“Indonesia telah menjadi tim nasional terkuat di Asia Tenggara, dan perkembangan pesat mereka tak dapat disangkal turut membentuk pola pikir Malaysia,” tulis The Guardian.
Namun, proyek naturalisasi Malaysia justru berujung skandal memalukan. Mereka dijatuhi sanksi FIFA usai terbukti memalsukan dokumen naturalisasi tujuh pemain tersebut.
“Pada bulan September, FIFA menuduh Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) memalsukan dokumen tujuh pemain dari Brasil, Argentina, Spanyol, dan Belanda untuk mengklaim bahwa mereka memiliki kakek-nenek yang lahir di negara tersebut,” tulis The Guardian.
Ketujuh pemain tersebut bermain dalam kemenangan 4-0 atas Vietnam pada bulan Juni, hasil terbaik Malaysia dalam beberapa tahun terakhir. Mereka kemudian dilarang mewakili negara tersebut selama satu tahun, sementara FAM didenda $438.000 (£333.000).
Kasus ini telah dirujuk oleh pejabat Malaysia ke pengadilan arbitrase olahraga, tetapi juga menyoroti dampak naturalisasi.
Banding Malaysia ke FIFA ditolak Komite Banding. FAM kini akan mengajukan gugatan ke CAS atas kasus pemalsuan dokumen naturalisasi, menjadi jalan terakhir untuk bebas dari sanksi FIFA. FAM juga dipusingkan dengan laporan dari Nepal ke FIFA terkait duel melawan Vietnam.











