Jakarta – Penyerang Timnas U-22 Indonesia, Mauro Zijlstra, mengakui bahwa tim Garuda Muda belum tampil solid saat dikalahkan Mali U-22 dengan skor 0-3 di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (15/6). Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi tim asuhan Indra Sjafri.

Menurut Zijlstra, masalah utama yang muncul di lapangan adalah kurangnya komunikasi dan disiplin posisi antar pemain. Hal ini menyebabkan alur permainan Indonesia mudah dipatahkan oleh Mali.

“Kami banyak belajar dari laga ini. Ini pertandingan yang sulit,” ujar pemain bernomor punggung 18 tersebut kepada media.

Pemain berusia 21 tahun itu menekankan pentingnya pembenahan komunikasi dan disiplin posisi. “Banyak ruang dan posisi yang kosong. Kami harus lebih disiplin dan komunikasi lebih baik satu sama lain,” tegasnya.

Mauro bermain penuh selama 90 menit dalam laga tersebut. Namun, striker kelahiran Belanda itu kesulitan mengembangkan permainan karena penjagaan ketat dari bek-bek Mali dan minimnya suplai bola dari lini tengah.

Meskipun demikian, Mauro tetap optimistis timnya bisa bangkit. Menurutnya, uji coba melawan tim kuat seperti Mali adalah langkah penting sebelum tampil di SEA Games 2025.

“Ini kesempatan bagus bagi kami. Kami melawan tim yang sangat baik seperti Mali, tapi kami harus move on dan fokus pada SEA Games,” ucapnya.

Di SEA Games 2025 yang akan berlangsung pada 3-19 Desember, Indonesia berada di Grup C bersama Singapura, Filipina, dan Myanmar. Mauro berharap seluruh kekurangan tim dapat segera diperbaiki sebelum pertandingan perdana.

Timnas U-22 Indonesia akan kembali menghadapi Mali U-22 pada Selasa (18/6), pukul 20.00 WIB di Stadion Pakansari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *