Padang – Marc Marquez, pembalap Ducati Lenovo, memastikan absen dari MotoGP hingga akhir 2025. Ia tetap hadir dalam program ‘El Larguero’ dan memamerkan replika trofi MotoGP, sembari menjelaskan bahwa Dorna belum memberikan trofi resminya.
Kehadiran Marquez tanpa gips di lengan menjadi sorotan dalam pertemuan dengan pers. Ia mengungkapkan baru saja berlibur di Madrid dan meminta izin dokter untuk melepas sling.
“Saya baru kemarin liburan di Madrid, tetapi saya meminta dokter untuk membantu karena kami menduga sling bisa dilepas, tetapi hasil CT scan harus menunjukkan hasil yang baik,” kata Marquez seperti dilansir dari GPOne. Hasil CT scan menunjukkan kondisi baik, sehingga ia merasa lebih nyaman tampil tanpa sling.
Marquez juga menjelaskan tentang sekrup bengkok di lengannya yang berasal dari operasi bahu sebelumnya. “Mereka melihat saya memiliki dua sekrup yang bukan berasal dari humerus itu sendiri, melainkan dari operasi sebelumnya yang saya jalani pada humerus saya karena ketidakstabilan bahu,” ujarnya.
Fraktur humerus yang dialaminya akibat kecelakaan di Jerez 2020 menyebabkan salah satu sekrup tersebut bengkok. Ia mengaku sudah beradaptasi dengan kondisi ini dan fokus pada hasil balapan.
Mengenai balapan terakhir musim ini di Valencia, Marquez memilih berhati-hati. Ia menyadari risiko balapan di sana tidak sebanding dengan keuntungan yang didapat untuk tahun 2026. Tujuan selanjutnya adalah kembali untuk tes di Sepang, meski kondisinya belum 100 persen.
Marquez juga memprediksi adiknya, Alex Marquez, akan menjadi rival utama tahun depan karena menggunakan Ducati 2026. Ia juga menyinggung rivalitasnya dengan Valentino Rossi, menekankan bahwa ia lebih tertarik pada orang-orang yang berkontribusi pada perkembangannya.
Marquez menutup pembicaraan dengan menyatakan gelar ini sangat penting setelah empat tahun yang sulit akibat cedera. Ia mengakui cedera ini lebih serius dan berlangsung lama karena keputusannya sendiri.
Menatap tahun 2027, Marquez masih belum bisa mengambil keputusan terkait tim mana yang akan dibela. Perubahan regulasi menuntut pertimbangan matang untuk memilih proyek yang tepat. “Tidak ada yang bisa menjamin motor mana yang akan terbaik. Ini adalah tantangan, risiko, tetapi juga peluang. Kami akan mengevaluasi semuanya dengan tenang dan memilih proyek yang tepat untuk saya,” pungkasnya.











