Jakarta – Pengamat sepak bola Indonesia, Anton Sanjoyo, berharap Patrick Kluivert tidak lagi menjadi pelatih kepala timnas Indonesia. Harapan ini muncul setelah Kluivert dinilai gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Kluivert dinilai telah mengecewakan pecinta sepak bola Tanah Air setelah Timnas Indonesia menelan kekalahan di putaran keempat kualifikasi.
Timnas Indonesia menelan dua kekalahan di Grup B, yakni kalah dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1), dan dipastikan menjadi juru kunci grup.
Sebagai pengganti, Anton Sanjoyo mengusulkan Alex Pastoor sebagai pelatih kepala dan Denny Landzaat sebagai asisten pelatih.
“Kalau saya, memilih diganti lah. Timnya digeser, Alex Pastoor menjadi head coach, Denny Domingues Landzaat asistennya. Kluivert suruh pulang aja ke Belanda, enggak usah dipakai,” ujar Anton Sanjoyo seperti dilansir dari Kompas.com.
Menurutnya, Alex Pastoor memiliki CV yang lebih baik.
Anton Sanjoyo menambahkan bahwa langkah ini bisa menjadi solusi terbaik bagi PSSI, mengingat potensi biaya kompensasi yang besar jika melakukan perombakan besar-besaran.
Pengamat sepak bola lainnya, Akmal Marhali, bahkan menyebut nilai kompensasi pemecatan staf pelatih timnas Indonesia bisa mencapai Rp80 miliar.
“Untuk mengganti pastinya ada kompensasi juga karena Patrick Kluivert ini dikontrak sampai 2027. Klausulnya seperti apa? Bila gagal ke Piala Dunia maka berakhir kontraknya, jika seperti itu maka tidak ada kompensasi,” kata Akmal Marhali dalam sebuah acara.
“Namun jika tidak ada klausul seperti demikian maka harus ada kompensasi dengar-dengar kompensasinya sekitar 80 miliar untuk satu tim staf pelatih itu. Ini jumlahnya sangat besar,” pungkasnya.











