Jakarta – Mimpi Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia 2026 pupus setelah dikalahkan Irak dengan skor 1-0 dalam pertandingan kedua Grup B putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, Minggu (6/6/2024) dini hari.

Gol tunggal Irak yang dicetak Zidane Iqbal pada menit ke-75 babak kedua membuyarkan asa Tim Garuda untuk melaju lebih jauh.

Meski kalah, Timnas Indonesia menunjukkan performa yang lebih dominan di lapangan. Statistik pertandingan mencatat penguasaan bola mencapai 56 persen dengan 367 operan dan 9 tembakan.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi suporter dan pendukung setia Timnas. Meski demikian, dukungan terhadap pemain dan pelatih tetap diperlukan.

Perjalanan Timnas Indonesia hingga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia merupakan prestasi tertinggi sejak tahun 1986. Kala itu, Tim Garuda di bawah asuhan pelatih Sinyo Aliando terhenti di putaran kedua usai dikalahkan Korea Selatan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memperkuat timnas, termasuk naturalisasi pemain diaspora dan pemain asing yang bermain di Liga 1. Tercatat sejak 2010, ada 29 pemain naturalisasi yang membela Timnas.

Kehadiran pemain naturalisasi terbukti meningkatkan standar permainan Tim Garuda. Selain menembus putaran keempat kualifikasi Piala Dunia, Timnas juga mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Asia 2023 dan semifinal Piala Asia U-23 2024.

Namun, membangun sepak bola Indonesia bukan hanya tentang timnas yang berprestasi. PSSI juga harus berkomitmen mencetak pemain lokal yang berdaya saing.

Kegagalan di Piala Dunia menjadi momentum bagi PSSI untuk fokus pada kualitas liga, wasit, manajemen klub, infrastruktur latihan, dan pembinaan pemain usia muda.

Di Eropa, klub-klub besar telah menempa pemain sejak usia sembilan tahun dengan kompetisi berkelanjutan. Di Indonesia, kompetisi usia muda masih terpusat di kota-kota besar dengan durasi yang singkat.

Jika kompetisi usia muda diperbaiki, Indonesia akan memiliki lebih banyak pemain seperti Marcelino Ferdinan, Yakob Sayuri, dan Rizky Ridho untuk bertarung di kualifikasi Piala Dunia 2030.

Rencana pemerintah dan PSSI terkait keberlanjutan timnas, termasuk materi pemain dan pelatih, sangat dinantikan. Bukan hanya soal pembiayaan, tetapi juga semangat dan prioritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *