Jakarta – John Herdman, pelatih asal Inggris, akan segera memimpin Timnas Indonesia dengan pendekatan berbeda di tengah ekspektasi tinggi publik. Herdman dikenal adaptif dan tak terpaku pada satu gaya bermain.
Rekam jejaknya menunjukkan Herdman bukan pelatih yang kaku. Saat melatih Timnas Kanada, ia menargetkan timnya menjadi yang paling fleksibel di CONCACAF.
Alih-alih terikat pada satu filosofi, Kanada tampil seperti bunglon, mampu mengubah pendekatan sesuai kebutuhan pertandingan. Fleksibilitas itu tercermin dalam pemilihan formasi, dari 3-4-2-1 hingga 4-2-3-1, bahkan mengubah struktur permainan di tengah laga.
Analis teknik Toronto FC, Brandon Liss, menyoroti bahwa tim asuhan Herdman dapat tampil menyerang dengan beragam wajah, tergantung konteks pertandingan.
Pendekatan adaptif itu berangkat dari pemahaman mendalam terhadap pemain. Di Kanada, Herdman membangun fondasi kepercayaan dan kultur kerja kolektif melalui dialog dengan lebih dari 40 pemain.
“Kami melatih beberapa formasi berbeda yang bisa kami ubah di tengah pertandingan atau antar pertandingan. Dampaknya, lawan sulit membaca kami,” ujar Herdman, dikutip dari *The Coaches’ Voice*.
Herdman menilai fleksibilitas hanya terwujud jika pemain memiliki mental adaptif dan siap bekerja untuk tim. Pengalaman menghadapi tim-tim Asia menjadi modal tambahan bagi Herdman.
Saat memimpin Kanada U-23 dan tim senior, ia mencatat hasil positif melawan sejumlah wakil Asia dengan pendekatan formasi yang berbeda-beda.
Karakter fleksibel itu dinilai sejalan dengan profil pemain Indonesia yang dikenal cepat, dinamis, dan kuat dalam transisi. Herdman dipandang memiliki ruang luas untuk mengeksplorasi variasi skema.
Bek Kanada, Kamal Miller, menilai Herdman piawai membangun kebersamaan dan menyiapkan detail taktik setiap pertandingan. “Dia sangat mahir membangun chemistry tim dan rendah hati,” ujar Miller, dikutip dari FIFA.
Penyerang Kanada, Jonathan David, menegaskan bahwa Herdman selalu tahu apa yang harus dilakukan dan memiliki taktik berbeda untuk setiap pertandingan.
Dengan pendekatan adaptif tersebut, Herdman bukan hanya membawa ide taktik baru, tetapi juga paradigma bahwa sepak bola tim nasional tidak harus terikat pada satu gaya.
“Kami selalu berusaha memahami struktur dan adaptasi seperti apa yang bisa menciptakan kekacauan terbesar bagi lawan,” ujar Herdman kepada OneSoccer.
Di tangan pelatih dengan karakter “bunglon taktik” seperti Herdman, Timnas Indonesia berpeluang tampil lebih cair, fleksibel, dan siap menghadapi beragam karakter lawan di panggung internasional.











