Bandung – Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, mengungkapkan perbedaan signifikan antara Super League Indonesia dengan liga-liga top Eropa, khususnya Liga Belanda. Menurutnya, Super League masih memiliki kelemahan dalam struktur permainan dan efektivitas waktu bermain.

Haye, yang baru bergabung dengan Persib Bandung musim ini, telah tampil empat kali bersama Maung Bandung di Super League. Ia mengakui bahwa gaya bermain di Indonesia kurang terstruktur dibandingkan dengan Eropa.

“Itu benar-benar berbeda dari Eropa, tentu saja iklimnya sangat berbeda,” ujar Haye dalam sebuah wawancara di kanal YouTube pribadinya. “Saya pikir di Indonesia masih kurang terstruktur dalam cara bermain.”

Meski demikian, Haye menekankan bahwa setiap pemain profesional yang berkarier di Indonesia harus tetap memberikan performa maksimal. Ia menambahkan, pemain tidak bisa bermain setengah-setengah hanya karena bermain di liga yang berbeda.

Selain struktur permainan, Haye juga menyoroti rendahnya waktu efektif pertandingan di Super League. Ia memperkirakan rata-rata waktu bermain efektif hanya sekitar 40-45 menit, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Liga Belanda yang mencapai 60-65 menit.

“Saya pikir juga ada lebih banyak banyak emosi yang terlibat di atas maupun pinggir lapangan,” kata Haye. “Ya, banyak hal yang terjadi di lapangan, saya pikir rata-rata waktu permainan jauh lebih sedikit di sini daripada di tempat lain di dunia.”

Haye mencontohkan pertandingan Persib melawan Persita, di mana waktu efektif permainan hanya berkisar 40-45 menit. Ia menilai hal ini perlu ditingkatkan agar kualitas Super League semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *