Padang – Timnas Italia terancam gagal lolos langsung ke Piala Dunia 2026 zona Eropa, meski meraih kemenangan 2-0 atas Moldova, Kamis (13/11/2025) atau Jumat dini hari WIB.

Kemenangan tersebut belum cukup mendongkrak posisi Italia di klasemen Grup I Kualifikasi Piala Dunia. Mereka masih membutuhkan keajaiban untuk menggeser Norwegia dari puncak.

Azzurri kini terpaut defisit 17 gol dari Norwegia. Gol-gol dari Gianluca Mancini dan Pio Esposito hanya mengamankan tiga poin dan kemenangan keenam di grup kualifikasi.

Dengan hasil ini, Italia kemungkinan besar harus berjuang melalui jalur playoff untuk bisa tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Norwegia sendiri mencatatkan kemenangan telak 4-1 atas Estonia pada hari yang sama, semakin mengamankan posisi mereka di puncak klasemen.

Italia berjuang keras untuk kembali ke turnamen utama setelah absen di Piala Dunia Rusia 2018 dan Qatar 2022.

Kekecewaan Gattuso Soal Format Kualifikasi

Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, mengungkapkan kekecewaannya terhadap format kualifikasi yang membuat timnya kesulitan lolos langsung, meski telah memenangkan enam pertandingan dan memiliki selisih gol +12.

“Itu bukan pertanyaan untuk saya, melainkan untuk siapa pun yang menyusun aturan dan grup,” ujar Gattuso, dikutip dari RAI.

Gattuso menyoroti perubahan jumlah tim dari berbagai benua yang berpartisipasi di Piala Dunia.

“Pada tahun 1994, hanya ada dua tim Afrika di Piala Dunia, sekarang harus ada lebih banyak lagi dan terus bertambah,” katanya.

Gattuso juga mengkritik format kualifikasi di masa lalu yang dianggapnya lebih adil.

“Pada masa saya, tim teratas di setiap grup akan lolos, ditambah runner-up terbaik,” kenangnya.

“Kami sudah mengumpulkan 18 poin, memenangkan enam pertandingan, dan masih harus menjalani dua pertandingan lagi untuk lolos. Rasanya kurang tepat.”

Sebelumnya, Gattuso juga mengeluhkan perbandingan jatah negara-negara Eropa dengan zona Conmebol.

“Mengecewakan melihat Amerika Selatan di mana enam dari 10 tim melaju ke Piala Dunia dan tim ketujuh bisa memainkan playoff lawan Oseania,” tuturnya. “Ini yang membuat kecewa dan ada hal yang harus dibenahi.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *