Oslo – Langkah tim nasional Norwegia dalam perhelatan Piala Dunia 2026 resmi terhenti di babak perempat final setelah menelan kekalahan 1-2 dari Inggris. Meski gagal melaju ke babak empat besar, penyerang andalan Norwegia, Erling Haaland, menegaskan bahwa turnamen ini telah menjadi titik balik signifikan bagi karier pribadinya maupun posisi negaranya dalam peta sepak bola dunia.
Kekalahan dari Inggris dipastikan lewat dua gol yang dicetak oleh gelandang Jude Bellingham. Dalam pertandingan krusial tersebut, lini pertahanan The Three Lions berhasil meredam pergerakan Haaland, yang sebelumnya sempat tampil dominan dengan mencatatkan tujuh gol dalam empat laga berturut-turut. Kegagalan menembus pertahanan Inggris sekaligus mengakhiri tren positif yang dibangun Norwegia sepanjang turnamen.
Kendati demikian, Haaland menyatakan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian timnya. Bagi Norwegia, keberhasilan menembus babak perempat final merupakan catatan sejarah terbaik mereka di ajang Piala Dunia. Striker yang membela Manchester City ini mengaku bahwa pengalaman tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia memberikan dampak personal dan profesional yang sangat besar bagi perkembangan kariernya.
“Semua ini terasa tidak nyata. Turnamen ini telah mengubah saya sebagai pribadi dan saya merasa telah berkembang pesat sebagai pemain,” ujar Haaland sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA, Minggu (13/7).
Haaland menambahkan bahwa tampil di Piala Dunia adalah impian yang akhirnya terwujud. Selama bertahun-tahun, ia hanya mampu menyaksikan turnamen tersebut melalui layar televisi. Kini, ia menjadi bagian dari sejarah yang membawa euforia besar bagi masyarakat Norwegia. Fenomena ini dinilai telah menyatukan dukungan publik di negaranya dengan intensitas yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah olahraga nasional mereka.
Salah satu momen puncak yang mengangkat nama Norwegia di kancah internasional adalah keberhasilan mereka menyingkirkan tim raksasa, Brasil, pada babak 16 besar. Menurut Haaland, kemenangan atas juara dunia lima kali tersebut membuktikan bahwa Norwegia memiliki kapasitas untuk bersaing dengan kekuatan tradisional sepak bola dunia.
“Kami telah menempatkan Norwegia di peta sepak bola dunia. Tugas kami ke depan adalah mempertahankan standar tinggi yang telah kami bangun ini,” jelas pemain berusia 25 tahun tersebut.
Menatap masa depan, Haaland menyatakan optimismenya terhadap generasi emas Norwegia saat ini. Mengingat mayoritas pemain inti masih berada dalam usia produktif, ia yakin timnya akan mampu memberikan perlawanan lebih kuat pada ajang Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030. Ia menegaskan bahwa kekalahan dari Inggris justru menjadi pelajaran berharga bagi timnya untuk terus meningkatkan kualitas kolektif.
“Kami telah membuktikan kualitas kami saat melawan tim besar. Sekarang saatnya bagi kami untuk terus menunjukkan eksistensi di turnamen-turnamen mendatang. Kami memiliki generasi pemain yang luar biasa dan siap untuk tantangan berikutnya,” tutup Haaland.











