Padang – Skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi yang menjerat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) berbuntut panjang. Seorang pemain yang terlibat, Gabriel Felipe Arrocha alias Gabriel Palmero, dipastikan kehilangan klubnya.

FAM sebelumnya dijatuhi sanksi akibat pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.

Ketujuh pemain itu adalah Imanol Macucha, Joao Figueiredo, Facundo Garces, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Hector Hevel, dan Rodrigo Holgado.

Sempat mengajukan banding, upaya FAM ditolak FIFA karena bukti yang dinilai terlalu kuat. Kini, FAM berencana mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Imbas dari skandal ini, para pemain yang dituduh melakukan pemalsuan dokumen mulai merasakan dampaknya.

Rodrigo Holgado yang kini bermain untuk America de Cali terancam diputus kontraknya.

Namun, nasib lebih buruk dialami Gabriel Palmero.

CD Tenerife, klub pemilik Palmero, telah resmi mengakhiri kerja sama dengan pemain berusia 23 tahun itu. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi klub.

Palmero, yang tengah menjalani masa peminjaman di Unionistas de Salamanca CF, juga ikut diputus kontraknya.

Menurut data Transfermarkt.com, Palmero sudah tidak menjadi bagian dari Tenerife sejak 8 November lalu. Kini, ia berstatus tanpa klub.

Selain kehilangan klub, Palmero dan enam pemain naturalisasi lainnya juga dilarang beraktivitas di lingkungan sepak bola selama 12 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *