Padang – Pemain naturalisasi tim nasional Malaysia, Imanol Machuca, dikabarkan siap kembali ke klub asalnya di Argentina, CA Velez Sarsfield. Pemain berusia 25 tahun itu sebelumnya tersandung kasus pemalsuan dokumen yang membuatnya dihukum oleh FIFA.
Kabar kembalinya Machuca ini disampaikan oleh media Argentina, Sabado Velez, yang mengutip pernyataan pelatih Velez Sarsfield, Guillermo Barros Scheloto.
Scheloto mengungkapkan telah bertemu dengan Machuca dan menyebut sang pemain optimistis kasusnya dapat segera terselesaikan. “Kami berbicara kepadanya hari ini,” kata Scheloto seperti dilansir BolaSport.com dari Sabado Velez. “Dia sedang dalam perjalanan dan akan tiba pada hari Sabtu.”
Lebih lanjut, Scheloto menambahkan bahwa Machuca merasa positif dengan situasinya dan memiliki keyakinan FIFA akan mengizinkannya untuk kembali bermain. “Kita masih menunggu soal itu,” imbuhnya.
Imanol Machuca merupakan satu dari tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang terbukti menggunakan dokumen palsu. FIFA menemukan bahwa FAM (Federasi Sepak Bola Malaysia) telah memalsukan akta kelahiran nenek Machuca, Conception Agueda Alaniz, dengan mengubah tempat kelahirannya menjadi Penang, Malaysia. Padahal, akta kelahiran asli menunjukkan Conception lahir di Roldan, Argentina.
Akibat kasus ini, FAM dijatuhi denda sebesar Rp 7,3 miliar dan Machuca dilarang bermain di seluruh kompetisi di bawah naungan FIFA. Machuca pun sempat terparkir cukup lama di Velez Sarsfield sebelum akhirnya memutuskan terbang ke Malaysia untuk mengurus kasusnya.
Meski demikian, Scheloto belum bisa memastikan apakah Machuca akan langsung bermain di laga selanjutnya. Ia masih menunggu keputusan resmi dari FIFA. “Sampai kita mendapat keputusan dari FIFA, kita tidak bisa menentukan apa-apa untuk ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, FAM dalam pernyataan resminya menyatakan akan segera mengajukan banding. FAM berdalih kesalahan terjadi akibat kesalahan administratif saat staf keliru mengunggah dokumen dari agen, bukan dokumen resmi dari Departemen Registrasi Nasional (JPN). “Banding resmi saat ini sedang dipersiapkan dengan menggunakan dokumen asli yang sah dan telah disertifikasi oleh Pemerintah Malaysia,” tulis FAM.











