Kuala Lumpur – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengungkap identitas pihak yang melaporkan mereka ke FIFA terkait pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi. Bukan Indonesia, melainkan Vietnam.
Sebelumnya, spekulasi mengarah ke Indonesia, terutama setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Wakil Presiden FAM, Datuk S. Sivasundaram, menjelaskan bahwa aduan tersebut diajukan oleh individu dari Vietnam sehari setelah pertandingan kualifikasi Piala Asia pada 10 Juni 2025 di Kuala Lumpur. Laga itu dimenangkan Malaysia dengan skor 4-0.
“Pada 11 Juni 2025, sebuah pengaduan diajukan oleh seorang individu dari Vietnam yang mempertanyakan keaslian dokumen terkait (pemain keturunan Malaysia),” ujar Datuk S. Sivasundaram seperti dikutip dari media Malaysia, Makanbola.
FIFA kemudian membuka investigasi dan melakukan proses disiplin dari Agustus hingga Oktober 2025. Pada 22 Agustus 2025, FAM diberitahu secara resmi mengenai proses disiplin tersebut.
Meski demikian, Datuk S. Sivasundaram tidak mengungkapkan lebih lanjut detail tuduhan tersebut dan menganggapnya sebagai asumsi belaka.
Sebelumnya, pada 26 September 2025, FIFA mengumumkan bahwa FAM terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA tentang pemalsuan dokumen. Tujuh pemain naturalisasi yang terlibat adalah Facundo Garces, Jon Irazabal, Hector Hevel, Joao Figueiredo, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, dan Gabriel Palmero.
Akibat pelanggaran ini, FAM didenda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp 7 miliar). Ketujuh pemain naturalisasi tersebut juga dilarang beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan, baik di level nasional maupun internasional, serta didenda 2.000 CHF (sekitar Rp 41 juta).











