Padang – Jabatan pelatih Manchester United selalu menjadi sorotan dengan intrik, tekanan, dan ekspektasi tinggi. Sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, kursi kepelatihan di Old Trafford terasa semakin berat.
Enam manajer permanen telah ditunjuk untuk meniru kesuksesan Ferguson, namun tak satu pun yang mampu mencapai level yang sama. Bahkan di masa-masa terbaik, selalu ada fase penurunan yang membuat Manchester United terpuruk.
Ruben Amorim:
* Jumlah pertandingan: 63
* Persentase kemenangan: 39,68%
* Trofi: 0
Ruben Amorim menjadi korban terbaru dari dinamika internal klub. Dengan persentase kemenangan di bawah 40%, finis terendah dalam sejarah Premier League klub, dan tanpa trofi, era Amorim sulit dibela. Ketidakfleksibelan taktik dan gaya komunikasinya memperburuk keadaan.
David Moyes:
* Jumlah pertandingan: 51
* Persentase kemenangan: 50,98%
* Trofi: 1
David Moyes, yang digadang-gadang sebagai “The Chosen One,” justru tenggelam dalam tekanan. Meski meraih Community Shield, kekalahan demi kekalahan membuat Moyes dipecat sebelum musim berakhir. United finis di posisi ketujuh, posisi terendah mereka saat itu.
Erik Ten Hag:
* Jumlah pertandingan: 128
* Persentase kemenangan: 56,25%
* Trofi: 2
Secara statistik, Erik ten Hag adalah salah satu pelatih tersukses pasca-Ferguson. Dua trofi domestik dan finis ketiga di musim debutnya sempat membangkitkan harapan. Namun, musim kedua menjadi mimpi buruk dengan performa menurun drastis dan finis kedelapan di liga.
Louis van Gaal:
* Jumlah pertandingan: 103
* Persentase kemenangan: 52,43%
* Trofi: 1
Louis van Gaal datang dengan reputasi besar, namun awalnya penuh kegagalan. Meski membawa United kembali ke Liga Champions, performa di Eropa dan gaya bermain yang kaku membuatnya terus dikritik. Ia dipecat tak lama setelah mempersembahkan Piala FA.
Ole Gunnar Solskjær:
* Jumlah pertandingan: 168
* Persentase kemenangan: 54,76%
* Trofi: 0
Ole Gunnar Solskjær mungkin tidak mempersembahkan trofi, tetapi ia mengembalikan semangat di Old Trafford. Kemenangan besar atas rival dan suasana positif membuat fans kembali menikmati sepak bola United. Namun, keterbatasan taktik dan inkonsistensi performa menjadi batas.
José Mourinho:
* Jumlah pertandingan: 144
* Persentase kemenangan: 58,33%
* Trofi: 3
José Mourinho adalah yang terbaik pasca-Ferguson dalam hal trofi dan daya saing. Ia meraih Community Shield, Piala Liga, dan Liga Europa di musim debutnya. Finis kedua di liga pada musim berikutnya bahkan disebut Mourinho sebagai “pencapaian terbesarnya.” Meski sepak bola yang ditampilkan kerap membosankan, hasil akhirnya tetap paling konkret.











