Sukoharjo – Lari adalah olahraga yang mudah dan tidak memerlukan peralatan khusus. Namun, bagaimana jika Anda memiliki penyakit dalam seperti diabetes, hipertensi, atau jantung? Apakah aman untuk berolahraga lari?

Manfaat Lari untuk Penyakit Dalam

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Mustopa, Sp.PD, AIFO-K, FINASIM, yang berpraktik di RS Nirmala Suri Sukoharjo, menjelaskan manfaat lari bagi penderita penyakit dalam.

“Kalau dari segi penyakit dalam, lari ini manfaatnya besar jika digunakan di usia dan orang yang tepat,” ujarnya. Sebelum memulai, penting untuk mengetahui penyakit yang diderita.

Diabetes Tipe 2

Pada pasien diabetes tipe 2, lari sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Resistensi insulin pada pasien diabetes dapat diatasi dengan lari, sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.

Hipertensi

Aktivitas aerobik pada lari dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, terutama tekanan darah sistolik dan diastolik. Hal ini membantu menstabilkan pembuluh darah dan menurunkan tensi.

Penyakit Jantung Koroner

Penderita penyakit jantung koroner tetap boleh lari, namun harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Lari dapat meningkatkan fungsi jantung dan memperbaiki profil lipid atau kolesterol, sehingga mengurangi risiko aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah.

“Sehingga lari ini sangat bermanfaat terhadap diabetes, hipertensi, ataupun penyakit jantung yang memang termasuk silent killer,” tegas dr. Mustopa.

Profil dr. Mustopa

dr. Mustopa lahir di Surakarta, 7 Januari 1988. Saat ini, ia berpraktik di RS Nirmala Suri Sukoharjo dan RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo. Riwayat pendidikannya meliputi SD 2 Al-Islam Jamsaren Surakarta, SMP Negeri 4 Surakarta, SMA Negeri 1 Surakarta, S1 Kedokteran dan S2 Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran UNS.

Ia juga telah menyelesaikan dua karya ilmiah, yaitu:

* Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dibanding Metilprednisolon Terhadap Kadar Antibodi Dsdna Mencit Model Nefritis Lupus dengan Induksi Pristan
* Efek Antifungi Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.) terhadap Pertumbuhan Trichophyton Mentagrophytes secara In Vitro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *