Cibinong – Insiden horor yang menimpa pemain Persikad Depok, Bil’asqan Hi Tenang, saat laga melawan PSPS Pekanbaru, menuai perhatian banyak pihak. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menyayangkan kejadian tersebut.
Bil’asqan kolaps setelah terlibat benturan keras saat duel udara dengan pemain PSPS Pekanbaru, Jeferson, pada pertandingan pekan keempat Grup Barat Championship 2025/2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (4/10).
Benturan tersebut membuat Bil’asqan terkapar dan sempat kejang, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjunjung tinggi sportivitas, bukan menjadi ajang saling menyakiti.
“Sepak bola itu mengajarkan sportivitas. Di lapangan itu berkompetisi, bukan saling menyakiti,” kata Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat itu juga mendoakan kesembuhan Bil’asqan dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Semoga peristiwa itu tidak terulang lagi, semoga adikku (Bil Asqan) segera sembuh, dan saya siap support untuk kesembuhannya,” ujarnya.
Kondisi terkini Bil’asqan dilaporkan stabil dan sadar, namun masih menjalani perawatan intensif.
“Bili saat ini dalam kondisi stabil 90 dengan kesadaran penuh, tapi masih dalam perawatan intensif dengan diagnosa kontusio cerebri (gegar otak),” tutur dokter tim Persikad, dr. Ririn Budiarti.
“Saat ini Bili masih dalam perawatan medis di ruang intensif untuk memantau memar pada otak dan perdarahan subdural hematoma yang masih bisa ditangani dengan obat-obatan,” tambahnya.











