Jakarta – Era baru Chelsea di bawah pelatih Liam Rosenior dimulai dengan kekalahan 1-2 dari Fulham dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini memperburuk performa Chelsea yang baru saja mengganti pelatih Enzo Maresca dengan Rosenior.

Chelsea harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-22 setelah Marc Cucurella mendapat kartu merah. Insiden ini menjadi titik balik pertandingan dan memperlihatkan masalah disiplin yang masih menghantui tim.

Kartu merah Cucurella menjadi yang kelima bagi Chelsea di Liga Primer musim ini, terbanyak dibandingkan tim lain. Secara keseluruhan, ini adalah kartu merah kedelapan Chelsea di semua kompetisi musim ini.

Fulham memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak gol melalui Raul Jimenez (55′) dan Harry Wilson (81′). Liam Delap sempat menyamakan kedudukan untuk Chelsea (72′), namun tidak cukup untuk menghindari kekalahan.

Kekalahan ini membuat Chelsea hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan laga terakhir di liga dan terperosok ke peringkat ketujuh klasemen.

Pelatih sementara Chelsea, Calum McFarlane, menyayangkan kartu merah Cucurella dan reaksi berlebihan para pemain setelah insiden tersebut.

Di tribun penonton, suporter Chelsea menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap pemilik klub, Behdad Eghbali, dan konsorsium Clearlake Capital.

Rosenior, yang didatangkan dari Racing Strasbourg, kini menghadapi tekanan besar untuk segera membalikkan keadaan. Debut resminya akan terjadi saat Chelsea melawan Charlton Athletic di Piala FA pada Sabtu mendatang. Setelah itu, Chelsea akan menghadapi Arsenal di semifinal Piala Liga.

Kekalahan dari Fulham menggarisbawahi bahwa Rosenior harus segera mengatasi masalah disiplin dan mentalitas tim selain fokus pada taktik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *