Jakarta – Francesco Bagnaia menutup musim MotoGP 2025 dengan hasil mengecewakan setelah gagal finis dalam lima seri terakhir.

Nasib buruk Bagnaia mencapai puncaknya di MotoGP Valencia 2025. Ia terjatuh di lap pertama akibat senggolan dengan Johann Zarco.

Insiden tersebut menghapus harapannya untuk memperbaiki tren negatif di akhir musim. Padahal, ia merasa memiliki kecepatan untuk bersaing di posisi enam besar meskipun memulai balapan dari posisi ke-16.

“Sejujurnya, balapan saya cuma berlangsung 25 detik,” kata Bagnaia, dikutip dari Crash.net. Ia menyebut insiden itu sebagai “racing incident” yang bisa saja terjadi.

Bagnaia menjelaskan bahwa tikungan pertama di Sirkuit Ricardo Tormo memang selalu berisiko. Manuver Zarco dinilainya terlalu optimistis, namun bisa saja terjadi pada pembalap lain.

Hasil pahit di Valencia memperpanjang rangkaian hasil buruk, termasuk kehilangan peluang podium di Malaysia akibat ban bocor.

Sempat menjadi kandidat juara, Bagnaia harus puas mengakhiri musim di peringkat kelima klasemen. Ia mengakui musim ini sebagai salah satu yang terberat, terutama di bagian akhir.

Meski demikian, Bagnaia tetap optimistis menghadapi sesi tes. “Saya seorang pemimpi, jadi saya masih percaya itu mungkin terjadi,” ujarnya. Ia juga menolak larut dalam pikiran negatif.

Bagnaia sempat merasakan potensi balapan yang kuat di Valencia sebelum kecelakaan terjadi. Ia berharap bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk musim depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *