Phillip Island – Dua pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia dan Michele Pirro, tampil buruk dalam balapan Sprint MotoGP Australia 2025. Keduanya terpaksa finis di posisi dua terbawah.

Bagnaia finis ke-19, sementara Pirro menjadi juru kunci di posisi ke-20. Hasil ini memperpanjang periode sulit bagi juara dunia MotoGP dua kali tersebut.

Bagnaia mengaku kesulitan memahami masalah yang terjadi pada motornya. “Sangat sulit. Kami sedang memeriksa data, mencoba memahami apa yang terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, motornya terasa sangat tidak stabil. “Jelas sekali motornya sangat tidak stabil. Kami sudah lama mencoba memahami apa yang terjadi. Ini tidak ada hubungannya dengan penyetelan atau elektronik, itu jelas,” kata Bagnaia.

Bagnaia merasa seperti hanya menjadi penumpang selama Sprint. “Dalam sprint, saya hanya penumpang, begitu saja. Saya harus menutup gas beberapa kali untuk mencegah motor bergoyang,” ungkapnya.

Bagnaia bahkan menyebut, jika Marc Marquez berada di timnya, ia mungkin bisa meraih podium. “Jika Marc ada di sini, dia mungkin akan naik podium, tetapi saya tidak bisa menghentikan motor agar tidak berguncang,” katanya.

Ia juga menyinggung soal performa motor yang menurutnya semakin memburuk sejak MotoGP Austria. “Perasaan saat ini lebih buruk daripada awal musim. Sejak Austria, semuanya mulai memburuk,” keluhnya.

Pada balapan utama, Bagnaia akan memulai balapan dengan penalti turun tiga posisi start, sehingga ia akan memulai dari posisi ke-14. “Besok semuanya tergantung,” pungkas Bagnaia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *