Motegi – Francesco Bagnaia, pembalap Lenovo Ducati, menuai pujian setinggi langit dari pengamat MotoGP, Carlo Pernat, usai menjuarai seri Jepang dengan penampilan dominan. Pernat merasa banyak pihak berhutang maaf karena sempat meragukan kemampuan Bagnaia.
Kemenangan di Motegi menjadi sangat spesial bagi Bagnaia setelah terakhir kali meraih podium tertinggi di Amerika Serikat.
“Tepuk tangan yang meriah diberikan untuk Pecco Bagnaia,” ujar Pernat, seperti dilansir dari Motosan. “Kita semua berhutang maaf kepada dia…”
Pernat menilai Bagnaia sempat mengalami masalah psikologis, terutama karena menjadi rekan setim Marc Marquez. Menurutnya, Marquez kerap membuat rekan setimnya kesulitan. Namun, Pernat juga mengakui adanya masalah teknis yang kemudian teratasi dengan motor 2024 yang diberikan kepada Bagnaia di seri Jepang.
“Dari sisi saya, saya sendiri merasa masalahnya lebih ke soal psikologis,” kata Pernat. “Itu soal menjadi rekan setim Marc Marquez, seseorang yang selalu menghancurkan rekan-rekan setimnya. Hal itu sulit untuk dia pungkiri….”
“Tetapi, nyatanya memang ada masalah dalam hal teknis.”
“Pada seri Jepang, mereka memberikan dia sepeda motor 2024. Itu mungkin adalah hal yang sederhana, tetapi itulah yang dia cari.”
“Saat ada Marquez di dekat Anda, semua yang mudah jadi terasa susah.”
“Di satu sisi, hal yang sulit jadi mustahil untuk dibereskan,” sambung Pernat.
Menjelang MotoGP Indonesia 2025, Pernat berharap Bagnaia dapat menyuguhkan duel-duel menarik melawan Marquez di sisa lima seri musim ini, meskipun gelar juara dunia telah diamankan oleh Marquez.
“Menurut hemat saya, Bagnaia baru saja menjalani momen paling buruk dalam karier dan kehidupannya,” tukas Pernat.
“Hebatnya, dia mampu melewati itu semua…”
“Sekarang, saya harap dia bisa tampil memukau pada lima seri yang tersisa.”
“Dia bisa menghibur kita semua dengan membuat kejuraan kecil-kecilan.”
“Sebuah kejuaraan kecil yang mempertontonkan duel Marquez melawan Bagnaia yang tampil seperti seri kemarin serta (Marco) Bezzecchi yang konsisten dan tidak sial.”
“Dengan hal-hal itu, saya pikir kita bisa membuat kejuaraan kecil-kecilan… Seperti yang diketahui, kejuaraan yang sebenarnya sudah berakhir gara-gara Marquez,” imbuhnya.











