Jakarta Selatan – Ayah tiri Alvaro Kiano, Alex Iskandar, yang menjadi tersangka penculikan dan pembunuhan, ditemukan meninggal dunia di sel tahanan Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi mengungkapkan Alex diduga bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan celana.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, membenarkan kejadian tersebut dalam jumpa pers pada Senin (24/11).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan kronologi kejadian. Pada Minggu (23/11) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, Alex meminta izin ke toilet dengan alasan telah buang air di celana.

“Tersangka ini izin untuk ke toilet. Jadi seolah dia sudah buang air di celana,” ujar Kombes Budi.

Awalnya, Alex menggunakan celana pendek yang diberikan penyidik. Namun, karena kotor, ia meminta diganti dengan celana panjang.

Alex kemudian ditemukan gantung diri di ruang konseling antara pukul 06.30 hingga 09.00 WIB oleh rekannya berinisial G.

“Melalui saksi kunci dilihat dari pintu, itu ada bilah kaca di tengah, melihat tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri,” terang Kombes Budi.

Alvaro Kiano dilaporkan hilang sejak Maret 2025 setelah salat Asar di Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Setelah delapan bulan pencarian, Alvaro ditemukan tak bernyawa di Kali Cirewed, Bogor. Polisi kemudian menetapkan ayah tirinya, Alex Iskandar, sebagai tersangka.

Motif pembunuhan diduga karena dendam Alex kepada istrinya. Saat diculik, Alvaro menangis dan meronta minta pulang. Panik, Alex membungkam mulut korban hingga lemas.

Alvaro meninggal dunia pada 9 Maret 2025. Jasadnya dibungkus plastik hitam dan dibuang di jembatan di Tenjo, Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *