Madrid – Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menegaskan akan membawa kasus dugaan suap yang melibatkan Barcelona dan mantan pejabat wasit Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Jose Maria Enriquez Negreira, ke UEFA setelah musim kompetisi berakhir. Ia menyebut skandal ini sebagai yang terbesar dalam sejarah sepak bola dunia dan menyoroti keberadaan wasit dari era tersebut yang masih aktif memimpin pertandingan di La Liga.

Dalam pernyataannya pada Rabu (13/5/2026), Perez mempertanyakan, “Tidak dapat dipahami bahwa kita masih melihat wasit dari era itu dalam kompetisi seperti La Liga. Pembayaran berlangsung selama dua dekade.” Kasus ini mencuat sebagai kontroversi besar di sepak bola Spanyol, di mana Barcelona diduga membayar antara 7,5 juta hingga 8,4 juta euro kepada Negreira selama periode 2001 hingga 2018 saat ia menjabat sebagai wakil presiden komite wasit RFEF.

Penyelidikan terhadap kasus ini masih berlangsung hingga 2026, dengan Barcelona menghadapi tuduhan korupsi olahraga yang berpotensi menimbulkan sanksi berat jika terbukti bersalah. Perez mengaku tidak bisa melupakan persoalan ini dan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan dokumen setebal 500 halaman yang akan segera dikirimkan ke UEFA sebagai laporan resmi.

“Komite Wasit mengatakan bahwa ini adalah hal-hal yang harus kita lupakan. Bagaimana kita bisa melupakan jika kami sedang menyusun berkas setebal 500 halaman yang akan saya kirimkan ke UEFA segera setelah kompetisi berakhir?” ujar Perez.

Menurut Perez, kasus Negreira tidak memiliki preseden dalam sejarah sepak bola modern. Ia menilai ada indikasi korupsi sistematis yang harus diungkap secara menyeluruh. “Saya telah berbicara dengan mereka karena tidak ada preseden dalam sejarah sepak bola dunia. Bagaimana saya bisa melupakan kasus korupsi terbesar dalam sejarah sepak bola? Saya melawan semua orang,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *