Surabaya – Aremania memutuskan untuk tidak mendukung Arema FC saat berlaga di kandang Persebaya Surabaya. Keputusan ini diambil menjelang duel pekan ke-13 Super League 2025/2026.
Aremania memastikan tidak akan mendampingi tim Singo Edan ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu (22/11/2025) pukul 15.30 WIB. Laga ini dikenal selalu menghadirkan tensi tinggi.
Keputusan tersebut diambil setelah seluruh pemangku kepentingan suporter melakukan rapat koordinasi di Polda Jawa Timur pada Senin (10/11/2025). Forum ini menjadi titik penting sebelum Aremania mengambil keputusan final terkait kehadiran di laga tandang.
Dalam rapat itu, perwakilan Aremania sepakat untuk tidak hadir di venue pertandingan demi meminimalisir potensi kerawanan. Mereka menegaskan bahwa keputusan ini bukan karena takut menghadapi atmosfer Surabaya, melainkan sebagai langkah strategis menjaga situasi tetap kondusif.
Setelah pertemuan tersebut, Presidium Aremania melanjutkan koordinasi dengan Polrestabes Surabaya. Dari hasil dialog itu, kembali ditegaskan komitmen suporter Arema tidak akan menuju GBT saat pertandingan berlangsung.
Koordinasi berlapis ini dipandang penting karena pertandingan Persebaya Surabaya kontra Arema selalu menyedot perhatian dan rawan gesekan. Tidak hadirnya Aremania dianggap menjadi kontribusi besar bagi keamanan publik dan kelancaran pertandingan.
Ada tiga alasan utama yang mendasari keputusan ini. Pertama, kesepakatan keamanan yang disusun bersama otoritas kepolisian. Aremania memahami bahwa absennya suporter tamu akan membantu mengurangi risiko dan memastikan laga berjalan tanpa hambatan.
Kedua, keputusan internal dalam rapat koordinasi di Polda Jawa Timur yang mempertegas sikap tidak hadirnya suporter Arema. Rapat resmi tersebut menjadi landasan moral supaya seluruh simpatisan benar-benar mematuhi hasil kesepakatan.
Ketiga, regulasi larangan away yang masih berlaku pada kompetisi musim ini. Aturan itu menegaskan suporter tim tamu wajib absen dari laga tandang demi kepentingan keamanan liga secara menyeluruh. Aremania memilih patuh sepenuhnya pada regulasi tersebut karena tidak ingin Arema FC terkena sanksi imbas pelanggaran aturan.
Untuk mempertegas keputusan, Presidium Aremania merilis imbauan melalui akun media sosialnya. “Kami mohon nawak-nawak Aremania dan Aremanita se-jagad raya untuk dapat menahan diri agar tidak hadir di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada saat pertandingan,” bunyi pernyataan tersebut.
Keputusan absen ini menimbulkan respons beragam. Namun, mayoritas Aremania memahami pentingnya langkah ini dan menganggapnya sebagai wujud kedewasaan. Meski tak hadir secara langsung, dukungan kepada Arema FC tetap mengalir dari Malang dan berbagai daerah.











