Bangkok – Wakil Indonesia menunjukkan hasil yang beragam pada babak 32 besar Thailand Open 2026 di Bangkok, Rabu (13/5/2026). Pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berhasil melaju ke babak kedua, begitu pula tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah. Namun, tunggal putra senior Anthony Sinisuka Ginting harus tersingkir setelah kalah dari unggulan utama asal China, Shi Yu Qi.
Amri dan Nita harus berjuang keras untuk mengamankan tiket babak kedua. Mereka bangkit dari ketertinggalan dan menaklukkan pasangan Prancis Julien Maio/Lea Palermo dengan skor 17-21, 22-20, 21-8 di Nimibutr Stadium. Amri mengakui bahwa pada dua gim awal, mereka sempat kehilangan poin akibat miskomunikasi di area tengah lapangan dan ragu dalam mengambil bola, sehingga lawan mampu menekan dengan permainan cepat dan rapat.
Meski mendapat tekanan, Amri/Nita mampu bertahan dan membalikkan keadaan pada gim kedua. Amri menyebut keberhasilan merebut gim kedua sebagai momentum penting yang membangkitkan kepercayaan diri mereka. Pada gim penentuan, permainan mereka lebih tenang dan agresif, mendominasi sejak awal hingga menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.
Nita menilai pasangan Prancis cukup merepotkan dengan pertahanan rapat dan variasi pukulan yang sulit ditebak. Ia menekankan perlunya meningkatkan kesabaran dan keyakinan saat bertanding. “Harus lebih sabar, lebih safe, dan masuk lapangan tidak boleh meraba-raba lagi. Harus yakin, tekad menangnya dibesarkan lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, Jafar/Felisha membuka jalan sektor ganda campuran Indonesia ke babak kedua dengan kemenangan dua gim langsung 21-13, 21-7 atas wakil tuan rumah Ratchapol Makkasasithorn/Nattamon Laisuan dalam tempo 25 menit. Setelah mendapat perlawanan ketat di awal gim pertama, pasangan muda Indonesia itu perlahan menguasai permainan. Pada gim kedua, mereka langsung mencetak 10 poin beruntun, membuat pasangan Thailand kesulitan keluar dari tekanan meski mendapat dukungan penuh penonton.
Di sektor tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah tampil impresif dengan menyingkirkan wakil Thailand Panitchaphon Teeraratsakul 21-10, 21-18. Ubed langsung menekan sejak awal pertandingan dan membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan pada gim pertama. Pada gim kedua yang lebih ketat, Ubed sempat tertinggal namun mampu menjaga fokus dan merebut poin demi poin hingga memastikan kemenangan dua gim langsung. Ia menyebut kesiapan mental sebagai faktor penting yang membantunya tampil lebih matang di turnamen level Super 500 ini.
Kemenangan Ubed sekaligus menjaga harapan Indonesia di sektor tunggal putra setelah Anthony Sinisuka Ginting harus menghentikan langkah lebih awal. Ginting menyerah dari Shi Yu Qi dengan skor 12-21, 17-21 dalam babak 32 besar. Ginting yang baru kembali setelah absen panjang akibat cedera belum menemukan performa terbaiknya, terutama pada gim pertama yang penuh kesulitan menghadapi pertahanan rapat dan permainan cepat Shi. Meski sempat bangkit dan unggul di awal gim kedua, serangkaian kesalahan membuat momentum kembali berpihak kepada unggulan utama asal China tersebut hingga memastikan kemenangan dua gim langsung.











