Jakarta – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengidentifikasi dua kelemahan utama yang menyebabkan timnya tersingkir dari Piala FA. Kekalahan 1-2 dari Southampton di perempat final, Sabtu (4/4/2026), disebabkan oleh minimnya efektivitas serangan dan rapuhnya lini pertahanan.

Arteta mengakui timnya mendominasi penguasaan bola, terutama di area pertahanan lawan. Namun, dominasi tersebut tidak diimbangi dengan penyelesaian akhir yang tajam. “Kami memiliki kontrol yang baik di sekitar kotak penalti, tetapi tidak cukup tajam dalam mengonversi peluang,” ujar Arteta.

Lebih lanjut, Arteta menilai pertahanan timnya kehilangan organisasi pada momen-momen krusial. Dua gol yang bersarang ke gawang Arsenal berasal dari situasi yang tidak terduga, termasuk permainan langsung lawan yang gagal diantisipasi. “Jika Anda membuat kesalahan bertahan seperti ini, akan sangat sulit melangkah lebih jauh,” tegasnya.

Kekalahan ini menambah catatan negatif Arsenal setelah sebelumnya kalah di final Piala Liga Inggris dari Manchester City. Peluang meraih treble winners pun tertutup, sehingga fokus tim kini beralih pada perburuan gelar Liga Primer Inggris dan Liga Champions.

Arteta menolak menjadikan absennya beberapa pemain inti dan kondisi cuaca sebagai alasan kekalahan. Ia menekankan pentingnya adaptasi tim terhadap dinamika pertandingan. “Kami harus mampu beradaptasi, baik terhadap kondisi maupun tekanan permainan,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Southampton, Tonda Eckert, memuji kedisiplinan dan efektivitas timnya dalam memanfaatkan ruang. Pendekatan direct play yang dikombinasikan dengan transisi cepat menjadi kunci kemenangan timnya. Eckert menambahkan bahwa timnya berhasil menjaga keseimbangan permainan, tidak hanya mengandalkan bola panjang tetapi juga membangun serangan melalui kombinasi pendek yang terukur.

“Kami tahu ini akan menjadi laga yang sulit, tetapi respons pemain sangat baik, terutama di babak kedua,” ujar Eckert. Kemenangan ini memperpanjang tren positif Southampton menjadi 15 laga tanpa kekalahan di semua kompetisi. Eckert menegaskan timnya harus segera fokus pada jadwal padat di kompetisi Championship.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *