Jakarta – Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menuai kritik tajam terhadap Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Isu keberpihakan wasit dan jadwal pertandingan yang dianggap janggal memicu protes dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Oman, dan Irak.

Kontroversi bermula dari laga Oman melawan Qatar, di mana pelatih Oman, Carlos Queiroz, merasa dirugikan keputusan wasit. Ia menyoroti tekel keras yang mengakibatkan pemainnya, Jameel Al Yahmadi, cedera parah dan harus absen selama 10-12 bulan.

“Tekel brutal terhadap Jameel Al Yahmadi. Tidak ada kartu merah. Kami kehilangan salah satu pemain terbaik kami,” tulis Queiroz di Instagram. Menurutnya, wasit hanya memberikan kartu kuning dan VAR tidak mengambil tindakan.

Sebelumnya, Timnas Indonesia juga menjadi sorotan terkait kepemimpinan wasit Ma Ning asal China saat melawan Irak. Beberapa keputusannya dianggap kontroversial dan merugikan Skuad Garuda.

Pelanggaran keras terhadap Ole Romeny hanya diganjar kartu kuning, pelanggaran kaki tinggi terhadap Kevin Diks tidak berbuah hukuman, dan insiden siku terhadap Kevin Diks di kotak penalti hanya menghasilkan kartu merah tanpa penalti untuk Indonesia.

Tak hanya itu, Irak juga melayangkan protes terkait jadwal pertandingan yang dianggap menguntungkan Qatar dan Arab Saudi. Akun Instagram @iraqfootballpod menuding adanya “perlakuan istimewa” bagi kedua negara tersebut.

“Qatar dan Arab Saudi mendapat keuntungan kandang untuk dua laga terakhir, serta memiliki lima hari istirahat. Irak dan UEA hanya mendapat dua hari,” tulis akun tersebut. Keluhan serupa juga sebelumnya diutarakan oleh Indonesia.

Rentetan insiden ini memicu krisis kepercayaan terhadap integritas wasit dan penyelenggaraan turnamen oleh AFC. Tuntutan akan transparansi dan profesionalisme semakin menguat dari berbagai pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *