Padang – Federasi Sepak Bola Nepal (ANFA) secara resmi menggugat Timnas Malaysia ke FIFA terkait laga Kualifikasi Piala Asia 2027. ANFA mengklaim Malaysia menurunkan pemain ilegal dalam pertandingan tersebut.

Dalam gugatannya, Nepal meminta FIFA membatalkan hasil pertandingan dan memberikan kemenangan 3 poin kepada mereka. Laga yang berlangsung di Stadion Sultan Ibrahim, Iskandar Puteri, Maret lalu itu, dimenangkan Malaysia dengan skor 2-0.

ANFA berargumen, salah satu pemain Malaysia, Hector Hevel, yang mencetak gol, termasuk dalam tujuh pemain yang dijatuhi sanksi oleh FIFA atas kasus pemalsuan dokumen naturalisasi. Jika gugatan dikabulkan, Nepal berpeluang keluar dari posisi juru kunci Grup F.

Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain Timnas Malaysia pada 6 Oktober lalu atas kasus pemalsuan dokumen naturalisasi.

FIFA menerima pengaduan terkait adanya naturalisasi ilegal di Timnas Malaysia setelah Malaysia mengalahkan Vietnam 4-0 pada Juni lalu. FAM diduga menggunakan dokumen palsu untuk membuktikan pemain naturalisasi memiliki keturunan Malaysia.

FIFA awalnya memberikan teguran pada 26 September, namun FAM diberi kesempatan mengajukan banding selama 10 hari. FAM mengklaim ada kesalahan teknis dalam penyerahan dokumen ke FIFA, namun tetap berpendapat bahwa ketujuh pemain naturalisasi tersebut adalah warga negara Malaysia yang sah.

Alih-alih banding, FAM menunggu keterangan FIFA terkait kesalahan teknis tersebut. Setelah masa banding berakhir, FIFA resmi menghukum FAM dan tujuh pemain dengan denda dan larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan.

FIFA menyertakan bukti kuat bahwa ketujuh pemain tersebut tidak memiliki keturunan Malaysia. FAM menyatakan akan mengajukan banding meskipun waktu yang diberikan telah habis.

Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum membuat keputusan terkait sanksi untuk Malaysia dan baru akan mengumumkan keputusannya setelah seluruh pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *