Jakarta – Penjualan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika telah menembus angka Rp2,4 miliar, meskipun ajang balap baru akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026. Lonjakan penjualan ini dipicu oleh kehadiran dua pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3, yang menjadi magnet utama bagi penggemar balap motor Tanah Air.
Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengungkapkan bahwa kehadiran pembalap lokal memberikan warna berbeda pada penyelenggaraan MotoGP tahun ini. Ia menyatakan, “Antusiasme tahun ini sangat berbeda karena kita memiliki local hero. Tiket early bird sudah habis, tiket presale juga hampir habis.”
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan seri ke-18 dari total 22 seri MotoGP musim ini. Mario dan Veda baru saja kembali dari Eropa setelah mengikuti Grand Prix Jerman, memanfaatkan jeda kompetisi untuk melakukan promosi di beberapa kota serta berlatih di Mandalika.
Troy menambahkan bahwa persiapan sirkuit terus disempurnakan, termasuk pengecatan ulang lintasan sesuai standar internasional. ITDC juga memberikan kesempatan kepada kedua pembalap untuk berlatih di Mandalika agar dapat memaksimalkan keuntungan tampil di kandang sendiri.
Selain balapan, penyelenggara menyiapkan berbagai atraksi hiburan dan pembaruan di kawasan Mandalika, seperti pengembangan museum, sehingga MotoGP tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga destinasi wisata keluarga.
Mario Aji menyatakan kebanggaannya bisa tampil di hadapan publik Indonesia. Setelah mengalami cedera di Jerez yang memerlukan pemulihan selama delapan hingga 12 pekan, ia berhasil kembali balapan sebelum jeda musim dan optimistis bisa bersaing di barisan depan. “Balapan di Mandalika tentu spesial. Keluarga dan teman-teman terdekat akan hadir sehingga menjadi suntikan motivasi. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.
Pembalap Moto2 ini juga menegaskan bahwa mimpinya menembus kelas MotoGP tetap menjadi motivasi utama. Ia bertekad memanfaatkan setiap kesempatan untuk terus berkembang.
Sementara itu, Veda Ega Pratama yang menjalani musim debut di Moto3 mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga. Meski sempat meraih podium dan beberapa kali gagal finis, ia lebih fokus mengumpulkan poin daripada mengejar gelar rookie of the year. Veda optimistis bisa tampil lebih kompetitif setelah jeda musim digunakan untuk meningkatkan kondisi fisik dan latihan intensif.
Veda menilai karakter lintasan Mandalika yang berada di tepi pantai dengan angin kencang menjadi tantangan tersendiri, namun tampil di depan pendukung sendiri justru menambah motivasi. “Saya bangga bisa balapan di Mandalika sebagai tuan rumah. Sudah tidak sabar tampil di depan masyarakat Indonesia dan saya akan memberikan yang terbaik,” katanya.











