London – Tim nasional wanita Inggris resmi dinobatkan sebagai juara Piala Eropa Wanita 2025 setelah menundukkan Spanyol melalui drama adu penalti dengan skor 3-1, Minggu (27/7).

Namun, kemenangan bersejarah tersebut kini dibayangi oleh kontroversi selebrasi yang dilakukan oleh penyerang Inggris, Chloe Kelly.

Aksi Kelly seusai mencetak gol penentu dalam babak adu penalti memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan media internasional.

Pemain yang juga menjadi pahlawan Inggris saat menjuarai Euro 2022 tersebut tertangkap kamera mengubah arah larinya secara sengaja untuk melintas di depan kiper Spanyol, Cata Coll. Gestur yang ditunjukkan Kelly saat melewati kiper tersebut dinilai oleh banyak pihak sebagai tindakan provokatif dan sombong.

Media Spanyol, Diario AS, secara terbuka mengkritik tindakan tersebut. Dalam laporannya, mereka menyebut gestur Kelly terhadap Cata Coll sebagai perilaku yang penuh kesombongan di tengah suasana kekalahan lawan yang emosional.

Kritik ini mencerminkan kekecewaan mendalam kubu Spanyol yang merasa tim mereka lebih mendominasi jalannya pertandingan.

Pertandingan final tersebut berlangsung sengit sejak awal. Spanyol sempat unggul lebih dulu melalui gol Mariona Caldentey pada menit ke-25.

Keunggulan tersebut bertahan cukup lama hingga akhirnya Alessia Russo berhasil menyamakan kedudukan bagi Inggris pada babak kedua. Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan berlanjut ke babak tambahan, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Dalam drama adu penalti, Inggris menunjukkan ketenangan yang lebih baik dibandingkan Spanyol. Penjaga gawang Inggris, Hannah Hampton, tampil gemilang dengan menggagalkan dua tendangan penalti pemain Spanyol.

Kegagalan tersebut menjadi pukulan telak bagi Spanyol, yang menyandang status sebagai juara dunia 2023 dan sempat diunggulkan untuk memenangkan laga ini.

Bagi Inggris, kemenangan ini mempertegas dominasi mereka di panggung sepak bola Eropa di bawah asuhan pelatih Sarina Wiegman. Keberhasilan ini menambah catatan impresif Wiegman, yang kini telah mengoleksi tiga gelar juara Piala Eropa, yakni dua bersama Inggris pada 2022 dan 2025, serta satu gelar bersama Belanda pada 2017.

Sebaliknya, bagi tim nasional wanita Spanyol, kekalahan ini merupakan antiklimaks dari perjalanan emas mereka selama dua tahun terakhir.

Meskipun tampil dominan sepanjang pertandingan, mereka harus merelakan trofi lepas dari genggaman melalui titik putih.

Kontroversi selebrasi Kelly kini menjadi sorotan tambahan yang memperkeruh suasana, mengubah momen yang seharusnya menjadi perayaan kemenangan murni menjadi topik debat etika dan sportivitas di lapangan hijau.

Hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *