Milan – Pelatih asal Portugal, Ruben Amorim, secara terbuka mengakui telah melakukan sejumlah kesalahan selama masa baktinya sebagai manajer Manchester United. Pernyataan tersebut disampaikan Amorim dalam konferensi pers pertamanya setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala AC Milan, menggantikan posisi Massimiliano Allegri.
Amorim mengakui bahwa periode 14 bulan di Old Trafford merupakan fase yang menantang bagi karier kepelatihannya. Ia menyebut bahwa dinamika di Liga Inggris memberikan pelajaran berharga meski berakhir dengan pemecatan pada Januari lalu. Menurutnya, sulit untuk merinci kesalahan tersebut satu per satu tanpa memaparkan konteks mendalam mengenai situasi internal tim saat itu.
Kendati demikian, pelatih berusia 41 tahun ini menegaskan bahwa dirinya memetik banyak hikmah dari kegagalan tersebut. Ia menyatakan rasa bangganya pernah memimpin Manchester United meskipun tidak sempat menyampaikan salam perpisahan secara langsung kepada para penggemar. Amorim kini memilih untuk fokus menatap masa depan dan menerapkan pembelajaran yang didapat untuk mencapai level kepelatihan yang lebih tinggi.
Karier Amorim di Manchester United dimulai pada November 2024 setelah klub memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Erik ten Hag. Namun, perjalanan pria asal Portugal itu di Inggris tidak berjalan mulus. Ia tercatat hanya mampu meraih 25 kemenangan dari 63 pertandingan di seluruh kompetisi. Statistik menunjukkan rata-rata perolehan poin sebesar 1,23 per pertandingan di liga, yang tercatat sebagai capaian terendah bagi manajer Manchester United di era Premier League.
Selama masa jabatannya, Amorim menghadapi kritik tajam terkait penerapan skema taktik 3-4-3 yang dianggap tidak efektif bagi skuad Setan Merah. Selain itu, kebijakan rotasi pemain yang dinilai minim memberikan kesempatan bagi pemain muda juga menjadi sorotan publik. Performa tim sempat terpuruk hingga finis di peringkat ke-15 pada musim domestik, serta mengalami kekalahan di final Liga Eropa dari Tottenham Hotspur. Meski sempat membawa tim memperbaiki posisi ke peringkat keenam pada musim berikutnya, manajemen Manchester United akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan sang pelatih.
Kini, tantangan baru menanti Amorim di Serie A. Ia telah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama AC Milan. Manajemen Rossoneri menaruh harapan besar agar Amorim mampu membangkitkan performa tim yang musim lalu gagal menembus empat besar klasemen, sehingga kehilangan tiket Liga Champions. Kehadiran Amorim diharapkan menjadi solusi taktis bagi Milan untuk kembali bersaing di papan atas kompetisi domestik Italia dan kompetisi Eropa. Bagi Amorim, San Siro menjadi panggung pembuktian untuk memperbaiki reputasinya sebagai juru taktik setelah pengalaman pahit di Inggris.











