Sachsenring – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap menghadapi tantangan berat pada seri ke-11 Moto3 Jerman 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Sachsenring pada Minggu (12/7/2026). Menjelang balapan tersebut, manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan peringatan khusus mengenai karakteristik teknis sirkuit yang menuntut ketelitian tinggi.
Veda datang ke Jerman dengan motivasi tinggi untuk bangkit setelah gagal mendulang poin pada seri sebelumnya di Assen, Belanda. Meski pulang dengan tangan hampa dari Assen, pembalap berusia 18 tahun asal Gunungkidul ini menunjukkan catatan waktu yang impresif, bahkan sempat memimpin jalannya balapan meski hanya dalam durasi singkat. Performa tersebut menjadi modal kepercayaan diri bagi Veda untuk kembali bersaing di barisan depan.
Hiroshi Aoyama menilai perkembangan Veda selama musim 2026 sangat positif. Pengalaman Veda saat meraih podium pertama di sirkuit sepanjang 3,6 kilometer tersebut pada ajang Red Bull Rookies Cup 2025 diharapkan mampu menjadi kunci keberhasilan. Namun, Aoyama menekankan bahwa balapan di Sachsenring memiliki kompleksitas yang berbeda dibandingkan lintasan lainnya.
Karakteristik Teknis Sachsenring
Menurut Aoyama, yang merupakan mantan pembalap MotoGP, Sachsenring termasuk kategori sirkuit yang sangat spesial dan menantang. Lintasan ini memiliki 13 tikungan dengan dominasi tikungan ke arah kiri. Selain itu, perubahan elevasi yang ekstrem serta kombinasi tikungan lambat, sedang, dan cepat menuntut pembalap untuk memiliki manajemen motor dan fisik yang prima.
“Sachsenring adalah salah satu trek paling berbeda di kalender balap musim ini. Banyaknya tikungan ke kiri serta perubahan elevasi yang sering terjadi membuat setiap pembalap harus sangat waspada dalam menjaga ritme,” ujar Aoyama.
Tantangan Veda di Honda Team Asia
Pada seri Moto3 Jerman kali ini, beban di pundak Veda akan terasa lebih berat. Ia dipastikan bakal berjuang sendirian untuk Honda Team Asia setelah rekan setimnya, Zen Mitani, harus absen. Pembalap asal Jepang tersebut saat ini sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi akibat kecelakaan yang dialaminya di Sirkuit Assen.
Absennya Mitani membuat Veda menjadi satu-satunya tumpuan tim untuk mengumpulkan poin penting di klasemen sementara Moto3 2026. Sebelumnya, posisi Veda di klasemen sempat tergeser oleh Hakim Danish setelah kegagalan finis di Belanda. Veda menyatakan kesiapannya untuk memperbaiki performa dan tidak ingin mengulangi kesalahan teknis yang terjadi di Assen.
Dengan dukungan penuh dari tim dan bekal pengalaman masa lalu di Sachsenring, Veda diharapkan mampu menaklukkan tantangan tersebut dan kembali menembus posisi depan dalam persaingan ketat Moto3 musim ini. Seluruh mata penggemar balap tanah air kini tertuju pada performa Veda saat ia melintasi tikungan-tikungan menantang di Hohenstein-Ernstthal akhir pekan nanti.











