Lisbon – Roberto Martinez resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih kepala tim nasional Portugal. Keputusan tersebut diambil menyusul kegagalan Portugal melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari tim nasional Spanyol pada Selasa (7/7/2026) dini hari WIB.

Dalam konferensi pers pascapertandingan, pelatih berusia 52 tahun tersebut menegaskan bahwa laga melawan Spanyol merupakan penampilan terakhirnya di kursi kepelatihan Portugal. Ia menyatakan bahwa pengunduran dirinya menjadi langkah logis untuk mengakhiri siklus kepemimpinan yang telah ia jalani sejak Januari 2023.

“Ini adalah akhir dari sebuah era. Sangat logis bagi Federasi Sepak Bola Portugal untuk memulai langkah baru dengan pelatih pilihan mereka sendiri,” ujar Martinez.

Martinez menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen tim, mulai dari pemain, staf teknis, hingga jajaran pengurus federasi. Ia menilai para pemain telah menunjukkan komitmen luar biasa selama masa jabatannya. Sepanjang kepemimpinannya, Martinez mencatatkan pencapaian signifikan, termasuk keberhasilan Portugal menjuarai UEFA Nations League setelah menumbangkan Spanyol melalui babak adu penalti setahun lalu.

Sebelum menukangi Portugal, Martinez memiliki rekam jejak panjang sebagai pelatih, termasuk masa bakti selama enam tahun bersama tim nasional Belgia pada periode 2016 hingga 2022.

Menanggapi kekosongan posisi tersebut, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) bergerak cepat dengan menunjuk Jorge Jesus sebagai suksesor. Jesus dijadwalkan segera bertemu dengan Presiden FPF, Pedro Proenca, untuk meresmikan kontrak kepelatihan yang akan mencakup persiapan tim menuju Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030.

Penunjukan Jorge Jesus dipandang sebagai langkah strategis untuk menstabilkan kondisi internal tim. Pelatih berusia 71 tahun itu memiliki kedekatan personal dengan kapten tim, Cristiano Ronaldo. Kedekatan ini terjalin erat saat keduanya bekerja sama di klub Arab Saudi, Al Nassr, di mana Jesus berhasil membawa Ronaldo meraih gelar juara liga.

Karier Jesus di dunia kepelatihan mencakup catatan impresif bersama klub-klub besar seperti Benfica dan Flamengo. Di Al Nassr, ia baru saja menuntaskan misi memberikan gelar juara bagi Ronaldo sebelum memutuskan mundur dari klub tersebut. Keputusan untuk menunjuk Jesus diharapkan dapat memberikan dampak instan bagi performa Portugal, terutama di tengah ketidakpastian masa depan Cristiano Ronaldo di level internasional.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai status pensiun Ronaldo dari tim nasional. Sang megabintang sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 merupakan turnamen dunia terakhir yang ia ikuti. Kehadiran Jorge Jesus di kursi kepelatihan kini menjadi sorotan, apakah akan berpengaruh terhadap keputusan akhir Ronaldo untuk tetap bertahan atau benar-benar gantung sepatu dari panggung internasional. Sementara itu, posisi Jesus di Al Nassr kini telah diisi oleh Ange Postecoglou.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *