Asuncion – Paraguay menciptakan kejutan besar pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Jerman melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, Selasa (30/6) waktu setempat. Kemenangan dramatis ini memastikan langkah Paraguay ke babak 16 besar, sekaligus memulangkan salah satu tim unggulan dunia lebih awal dari jadwal yang diperkirakan.
Pertandingan sengit tersebut berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal dan babak perpanjangan waktu 120 menit berakhir. Kepastian kemenangan Paraguay ditentukan oleh eksekusi dingin Jose Canale pada fase sudden death, yang tidak mampu dibendung oleh penjaga gawang Jerman.
Paraguay sebenarnya sempat memimpin jalannya laga menjelang turun minum melalui sundulan tajam Julio Enciso. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Jerman, yang menyandang status juara dunia empat kali, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-52 lewat penyelesaian akhir Kai Havertz.
Kiper Paraguay, Orlando Gill, tampil sebagai pahlawan lapangan dalam adu penalti tersebut. Ia mencatatkan dua penyelamatan krusial yang meruntuhkan mental para penendang Jerman. Gill mengungkapkan bahwa keberhasilan timnya tidak terlepas dari persiapan matang dan analisis mendalam yang dilakukan tim pelatih terhadap gaya eksekusi setiap pemain lawan.
“Kami menganalisis setiap pemain dan setiap detail. Berkat persiapan yang matang, saya mampu mengantisipasi arah bola dan hanya kebobolan dua penalti. Kemenangan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat Paraguay,” ujar Gill dalam keterangannya pascapertandingan.
Hasil ini menjadi kejutan masif dalam peta persaingan Piala Dunia 2026. Paraguay datang ke turnamen dengan status tim peringkat ke-34 FIFA, terpaut jauh dari Jerman yang menempati posisi ke-12 dunia. Secara teknis dan historis, Jerman jauh lebih diunggulkan untuk melangkah jauh di kompetisi ini.
Jose Canale menambahkan bahwa keberhasilan timnya adalah buah dari kekompakan kolektif dan semangat pantang menyerah di lapangan. Menurutnya, karakter yang ditunjukkan seluruh pemain selama 120 menit menjadi kunci utama dalam mengatasi tekanan lawan yang lebih berpengalaman. Ia menekankan bahwa persatuan di dalam tim merupakan aset terbesar Paraguay dalam menghadapi turnamen bergengsi ini.
Bagi Jerman, kekalahan ini menjadi catatan pahit. Selama ini, Der Panzer memiliki reputasi sebagai salah satu tim dengan rekor adu penalti terbaik di turnamen besar. Sebelum laga ini, Jerman mencatatkan enam kemenangan beruntun dalam adu penalti sejak kekalahan terakhir mereka dari Cekoslowakia pada final Piala Eropa 1976.
Kemenangan atas Jerman kini menempatkan Paraguay sebagai tim yang patut diperhitungkan di fase gugur. Momentum positif dan kepercayaan diri yang tinggi diharapkan menjadi modal berharga bagi skuad asuhan pelatih tersebut saat menghadapi laga babak 16 besar mendatang. Fokus tim kini beralih pada pemulihan kondisi fisik untuk kembali tampil maksimal di pertandingan selanjutnya.











