Karanganyar – Prancis dan Argentina diprediksi menjadi dua kandidat terkuat yang akan melaju ke partai final Piala Dunia 2026. Analisis tersebut didasarkan pada simulasi superkomputer Opta serta pengamatan teknis terhadap bagan pertandingan fase gugur yang menempatkan kedua tim di sisi berlawanan. Jika skenario ini terealisasi, maka laga tersebut akan menjadi ulangan final dramatis Piala Dunia 2022 di Qatar.
Konten kreator sepak bola, Hamid Anwar, menilai peluang terjadinya final ideal antara Prancis dan Argentina cukup besar. Berdasarkan analisisnya dalam siniar Super Taktik Tribunnews di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (29/6/2026), jalur yang harus dilalui Prancis dinilai lebih kompetitif namun tetap terbuka lebar dibandingkan negara-negara besar lainnya. Menurut Anwar, Prancis akan menghadapi Swedia di babak 32 besar, sebelum berpotensi meladeni Jerman dan Belanda.
Sementara itu, Argentina diprediksi memiliki jalur yang cukup nyaman di awal fase gugur. Lionel Messi dan rekan-rekan akan memulai babak 32 besar dengan menghadapi Tanjung Verde, sebelum berpotensi bertemu pemenang antara Australia atau Mesir di babak 16 besar. Ujian sesungguhnya bagi tim asuhan Lionel Scaloni diperkirakan baru akan tersaji di babak semifinal, di mana mereka berpotensi bertemu dengan tim kuat seperti Brasil atau Inggris.
Data dari superkomputer Opta mendukung prediksi tersebut. Setelah merampungkan simulasi sebanyak 25.000 kali, Opta menempatkan Prancis sebagai favorit utama juara dengan probabilitas mencapai 18,7 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan prediksi sebelum turnamen yang hanya berada di kisaran 13 persen. Peningkatan ini dipicu oleh performa sempurna Les Bleus selama babak penyisihan grup.
Argentina menempati posisi kedua dalam daftar favorit juara versi Opta dengan peluang sebesar 16,3 persen. Keuntungan posisi dalam bagan fase gugur menjadi faktor utama yang mendukung konsistensi performa Argentina hingga mencapai tahapan akhir turnamen. Berdasarkan komposisi resmi FIFA, Prancis dan Argentina dipastikan tidak akan bertemu sebelum partai puncak yang dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium pada 20 Juli 2026.
Duel ini sangat dinantikan karena sejarah pertemuan kedua negara yang selalu menyajikan intensitas tinggi. Pada edisi 2022, Argentina keluar sebagai juara setelah menumbangkan Prancis melalui drama adu penalti, menyusul hasil imbang 3-3 selama 120 menit. Saat ini, Prancis masih mengandalkan generasi emas yang dimotori Kylian Mbappe, sementara Argentina tetap mengandalkan kepemimpinan Lionel Messi yang didukung skuad matang asuhan Lionel Scaloni.
Meski demikian, Opta menegaskan bahwa simulasi tersebut bukanlah jaminan mutlak. Dinamika di lapangan, termasuk kondisi kebugaran pemain, rotasi strategi pelatih, serta potensi kejutan dari tim-tim kuda hitam, tetap menjadi variabel penentu yang dapat mengubah peta persaingan. Hingga babak 32 besar dimulai, Prancis dan Argentina tetap menjadi dua tim yang paling diunggulkan untuk memperebutkan trofi bergengsi tersebut.











