FOXBOROUGH – Tim nasional Inggris harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0 melawan Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Gillette Stadium, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Hasil ini menyoroti performa lini depan The Three Lions yang tampak buntu, terutama sosok Harry Kane yang gagal memberikan kontribusi maksimal dalam pertandingan tersebut.
Striker Bayern Muenchen yang menjadi kapten tim itu tercatat hanya melepaskan tiga tembakan sepanjang laga, dengan hanya satu di antaranya yang tepat sasaran. Berdasarkan statistik pertandingan, Kane hanya melakukan 20 sentuhan bola, angka terendah di antara seluruh pemain yang diturunkan sejak menit awal oleh pelatih Inggris. Minimnya keterlibatan Kane di lini depan menjadi sorotan tajam, mengingat pemain tersebut sebelumnya sempat mencetak gol saat Inggris menumbangkan Kroasia pada fase grup pertama.
Kegagalan Kane untuk tampil tajam di depan gawang tim peringkat ke-73 dunia itu segera memicu spekulasi di kalangan warganet. Performa buruk sang striker dikaitkan dengan pernyataan kontroversial dari seorang pria asal Ghana bernama Nana Kwaku Bonsam. Sebelum pertandingan dimulai, sosok yang dikenal sebagai ahli klenik tersebut secara terbuka mengklaim bahwa dirinya akan menggunakan ilmu gaib untuk menghentikan pergerakan Kane di lapangan.
Dalam keterangannya kepada media, Bonsam menegaskan bahwa ia menargetkan Kane secara khusus untuk membantu tim nasional Ghana. Ia mengeklaim memiliki kemampuan untuk merusak performa pemain lawan melalui metode spiritual yang diyakininya. Bonsam bahkan menyatakan bahwa dirinya tidak mengharapkan cedera serius terhadap pemain tersebut, melainkan hanya ingin memastikan Kane tidak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya saat berhadapan dengan Ghana.
Nama Nana Kwaku Bonsam sendiri sebelumnya sempat mencuat ke permukaan publik pada Piala Dunia 2014. Saat itu, ia mengklaim bertanggung jawab atas cedera lutut yang dialami oleh megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, sesaat sebelum pertemuan kedua tim di fase grup. Meskipun secara medis cedera tersebut memiliki penjelasan logis, Bonsam bersikeras bahwa kondisi fisik Ronaldo saat itu merupakan dampak dari intervensi supranatural yang ia jalankan.
Pada saat itu, ia mengeklaim bahwa cedera yang menimpa Ronaldo bersifat spiritual dan tidak akan bisa disembuhkan secara medis oleh tim dokter mana pun. Narasi mengenai keterlibatan elemen non-teknis dalam sepak bola ini kembali mencuat seiring dengan hasil imbang yang diraih Inggris. Terlepas dari perdebatan mengenai klaim tersebut, secara teknis, lini serang Inggris memang gagal membongkar pertahanan Ghana sepanjang 90 menit pertandingan.
Situasi ini memicu kekecewaan di kubu Inggris, terutama karena mereka sangat mengandalkan ketajaman Kane untuk mengamankan poin penuh demi memastikan langkah ke babak selanjutnya. Kegagalan ini memaksa tim pelatih untuk melakukan evaluasi mendalam terkait strategi penyerangan dan efektivitas pemain di lini depan menjelang pertandingan krusial berikutnya, terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang di luar lapangan hijau.











