Jakarta – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jakarta resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Penetapan ini dilakukan melalui penyerahan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga serta surat pengantar penyelenggaraan PON kepada para gubernur di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa pelaksanaan PON 2028 harus mengedepankan efisiensi dan transparansi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Erick mengingatkan agar seluruh proses persiapan dan pelaksanaan mengutamakan tata kelola yang baik serta fokus pada peningkatan prestasi olahraga nasional. Ia berharap administrasi PON dapat dilakukan secara terbuka agar masalah yang pernah terjadi sebelumnya tidak terulang kembali.

Erick juga menekankan pentingnya mempertandingkan cabang olahraga prioritas yang menjadi bagian dari pembinaan prestasi nasional. PON 2028 direncanakan menggelar 21 cabang olahraga dan diharapkan menjadi ajang persiapan atlet menuju kompetisi internasional seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan kesiapan daerahnya menyelenggarakan PON dengan memanfaatkan venue yang sudah ada, sehingga tidak perlu pembangunan fasilitas baru dalam skala besar. Ia menjelaskan pembagian cabang olahraga antara NTB dan NTT akan disesuaikan dengan ketersediaan infrastruktur masing-masing daerah agar penyelenggaraan berjalan efektif dan efisien.

Iqbal menambahkan bahwa pengalaman NTB dalam menggelar event olahraga nasional dan internasional seperti Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS), MotoGP Mandalika, dan Pocari Sweat Run menjadi modal penting menuju PON 2028. Selain infrastruktur, NTB juga telah menyiapkan sumber daya manusia termasuk tenaga kesehatan olahraga bersertifikat untuk mendukung kelancaran acara.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan NTB dan Jakarta demi suksesnya PON 2028. Ia menilai penyelenggaraan PON harus menghasilkan tiga keberhasilan sekaligus: sukses penyelenggaraan, prestasi, dan administrasi, serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Emanuel berharap PON dapat memperkenalkan potensi olahraga, wisata, dan talenta daerah ke tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan penuh sebagai tuan rumah dengan mengandalkan infrastruktur olahraga yang memadai. Ia menyebut fasilitas di kawasan Gelora Bung Karno serta berbagai fasilitas milik pemerintah daerah dan swasta siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan PON.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengapresiasi penetapan tuan rumah dan berjanji memberikan dukungan penuh dalam persiapan dan pelaksanaan PON. Ia berharap seluruh persiapan dilakukan dengan baik dan siap membuka ruang diskusi jika ada kendala yang perlu koordinasi bersama. Hadrian juga berharap PON 2028 dapat melahirkan atlet potensial sebagai tulang punggung prestasi olahraga Indonesia di masa depan.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat menegaskan bahwa PON ke depan harus lebih berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga nasional. Ia menekankan PON harus menjadi bagian dari sistem pembinaan yang mampu menghasilkan atlet terbaik untuk menghadapi kompetisi internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *