Madrid – Atletico Madrid secara terbuka melayangkan tuduhan serius terhadap Barcelona terkait dugaan kampanye hitam atau smear campaign yang dilakukan secara sistematis dalam upaya perekrutan penyerang asal Argentina, Julian Alvarez. Pernyataan resmi yang dirilis melalui akun media sosial klub tersebut menandai eskalasi ketegangan hubungan antara kedua raksasa La Liga tersebut.
Konflik ini dipicu oleh laporan dari media internasional yang menyebutkan bahwa Barcelona telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Julian Alvarez. Dalam laporan tersebut, penyerang yang kini berseragam Atletico Madrid itu disebut-sebut lebih memprioritaskan kepindahan ke klub asal Catalan dibandingkan tawaran dari klub besar Eropa lainnya, seperti Paris Saint-Germain dan Arsenal.
Namun, manajemen Atletico Madrid membantah keras adanya tawaran resmi yang masuk dari Barcelona. Pihak klub menyatakan ketidakpuasan mendalam atas metode pendekatan yang dinilai tidak profesional. Atletico menuding Barcelona sengaja menyebarkan informasi menyesatkan, melakukan kebocoran data yang disengaja, serta menyebarkan berita palsu demi mengganggu stabilitas internal klub.
Dalam pernyataan tertulisnya, Atletico Madrid menegaskan bahwa mereka telah menjadi sasaran kampanye hitam tanpa henti selama beberapa bulan terakhir. Situasi ini memicu reaksi keras dari klub ibu kota Spanyol tersebut, yang bahkan membawa kembali isu sejarah kelam Barcelona, yakni keterlibatan mereka dalam penyelidikan pembayaran senilai 7 juta Euro kepada mantan wakil ketua komite wasit, Jose Maria Enriquez Negreira, yang berlangsung dalam kurun waktu 2001 hingga 2018.
Atletico Madrid dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah meniru praktik yang merusak integritas kompetisi atau mengandalkan bantuan politik untuk memfasilitasi pendaftaran pemain. Sebagai bentuk sarkasme terhadap rumor tersebut, Atletico mengunggah serangkaian postingan bernada sindiran yang menawarkan pemain bintang Barcelona, seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Raphinha, dengan skema pertukaran yang tidak realistis seperti tiket konser dan kuaci.
Ketegangan antara kedua klub ini bukan merupakan fenomena baru. Sejarah mencatat hubungan yang penuh friksi, terutama saat proses transfer Antoine Griezmann ke Barcelona pada tahun 2019 yang diwarnai dengan perselisihan hukum terkait klausul kontrak.
Secara teknis, peluang transfer Julian Alvarez ke Barcelona dinilai sangat sulit terwujud. Pemain tersebut masih terikat kontrak jangka panjang dengan Atletico Madrid hingga tahun 2030. Selain itu, terdapat klausul pelepasan yang sangat fantastis, yakni mencapai 500 juta Euro atau setara dengan Rp 10 triliun, yang menjadi penghalang utama bagi klub manapun yang berniat membajak sang pemain.
Performa Julian Alvarez sendiri tergolong impresif sepanjang musim ini. Ia telah mencatatkan 10 gol dalam perjalanan Atletico Madrid menembus babak semifinal Liga Champions, serta menyumbangkan delapan gol di kompetisi domestik La Liga. Kontribusi signifikan ini membuat Atletico Madrid bersikeras untuk mempertahankan aset berharganya di tengah gempuran rumor transfer yang terus bergulir di bursa pemain Eropa.











