London – Tim nasional Inggris bersiap menghadapi laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 melawan Kroasia yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Di bawah arahan pelatih Thomas Tuchel, skuad The Three Lions kini tengah menghadapi dilema teknis terkait pemilihan pemain di posisi sayap kanan.

Posisi krusial tersebut saat ini memunculkan persaingan antara dua penggawa Arsenal, yakni Bukayo Saka dan Noni Madueke. Meskipun Saka secara statistik dan pengalaman lebih diunggulkan untuk menempati posisi starter, keraguan muncul dari berbagai pihak, termasuk mantan pemain timnas Prancis, Emmanuel Petit.

Petit secara terbuka menyarankan agar Thomas Tuchel mempertimbangkan opsi lain selain Saka. Kritik tersebut didasarkan pada performa kurang maksimal yang ditunjukkan pemain berusia 24 tahun itu selama musim 2025-2026. Data mencatat, Saka hanya mampu membukukan 7 gol dan 7 assist dari 31 penampilan di Liga Inggris, serta tambahan 3 gol dan 2 assist di Liga Champions musim yang sama.

Menurut Petit, Saka belum mencapai level pemain legenda seperti Zinedine Zidane atau Lionel Messi yang tetap harus diturunkan meski kondisi fisiknya tidak dalam performa terbaik. Ia menilai bahwa saat ini terdapat banyak pemain lain dengan kualitas dan bakat yang lebih menjanjikan untuk mengisi posisi inti timnas Inggris. Petit menyoroti penurunan dampak permainan Saka, terutama saat ia kesulitan memberikan kontribusi signifikan bagi Arsenal pada babak final Liga Champions lalu.

Di sisi lain, masalah kebugaran memang menjadi bayang-bayang utama bagi Saka menjelang turnamen akbar ini. Sang pemain secara jujur mengakui bahwa keputusannya untuk tetap tampil di Piala Dunia 2026 merupakan sebuah perjudian besar bagi kariernya. Ia menyadari sepenuhnya bahwa kondisi fisiknya belum mencapai titik puncak setelah menjalani rangkaian perawatan intensif sejak Maret lalu.

Saka mengakui bahwa ia dihadapkan pada pilihan sulit antara memutuskan absen atau tetap bermain meski dalam kondisi yang belum ideal. Ia memahami bahwa keputusan untuk tampil akan membawa risiko penghakiman dari publik jika penampilannya di lapangan tidak sesuai dengan ekspektasi. Meski demikian, Saka mengklaim bahwa kondisinya telah menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan kondisi pada bulan Maret lalu dan menyatakan kesiapannya untuk diturunkan dalam pertandingan melawan Kroasia.

Keputusan final kini berada di tangan Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman tersebut harus menimbang antara pengalaman Saka atau potensi kesegaran fisik pemain lain seperti Madueke. Laga kontra Kroasia akan menjadi pembuktian bagi Tuchel dalam meracik strategi, sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi Saka untuk menjawab segala keraguan publik terkait kondisi kebugaran dan kontribusinya bagi tim nasional di panggung internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *