Manchester – Manchester United mulai membidik winger West Ham United, Crysencio Summerville, sebagai target utama untuk memperkuat sektor sayap mereka menjelang musim depan. Langkah ini diambil klub menyusul performa impresif pemain berusia 24 tahun tersebut di Piala Dunia 2026 bersama tim nasional Belanda.
Summerville mencuri perhatian publik setelah mencetak gol krusial saat Belanda menahan imbang Jepang dengan skor 2-2 di ajang bergengsi tersebut. Ketertarikan Manchester United dikonfirmasi oleh laporan dari pengamat sepak bola David Ornstein, yang menyebut bahwa manajemen Setan Merah tengah melakukan penjajakan awal terkait potensi transfer sang pemain.
Langkah strategis ini dipicu oleh keinginan manajer Manchester United, Michael Carrick, untuk menambah kedalaman skuad sebelum klub kembali berlaga di Liga Champions musim depan. Carrick disebut memandang profil Summerville sebagai pelengkap ideal untuk mengisi sisi sayap kiri yang membutuhkan kreativitas tambahan.
Kondisi West Ham United yang terdegradasi musim lalu membuat Summerville menjadi aset bernilai tinggi di bursa transfer. Meski timnya mengalami kesulitan, pemain asal Belanda ini tetap menunjukkan statistik menonjol dengan mencatatkan tujuh gol dan lima assist dari 34 penampilan di semua kompetisi musim lalu.
Sejak direkrut dari Leeds United pada 2024 dengan nilai transfer sekitar 25 juta poundsterling atau setara Rp550 miliar, performa Summerville terus menanjak dengan total delapan gol dan tujuh assist dari 56 penampilan bersama The Hammers. Saat ini, nilai pasar sang pemain ditaksir mencapai 50 juta poundsterling atau sekitar Rp1,1 triliun. Rekam jejaknya selama di Leeds United juga cukup impresif, di mana ia mengumpulkan 25 gol dan 13 assist dalam 89 pertandingan.
Di sisi lain, Manchester United juga tengah menjadi sorotan terkait nasib bek mereka, Harry Maguire, yang secara mengejutkan dicoret dari skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 oleh pelatih Thomas Tuchel. Maguire mengungkapkan bahwa keputusan tersebut disampaikan melalui panggilan video FaceTime, sebuah metode yang ia nilai cukup canggung.
Dalam sebuah podcast, Maguire menyatakan rasa kecewanya karena tidak mendapatkan alasan teknis yang mendalam terkait keputusan tersebut. Tuchel hanya menyebutkan bahwa ia lebih memilih empat bek tengah yang telah membantunya sepanjang musim gugur. Maguire merasa telah memberikan kontribusi maksimal bagi klub maupun tim nasional, terutama setelah tampil baik pada kamp tim nasional bulan Maret lalu.
Pencoretan Maguire dari daftar 26 pemain Inggris menambah deretan nama besar yang absen di turnamen tahun ini, bersama dengan pemain seperti Cole Palmer, Phil Foden, dan Trent Alexander-Arnold. Sepanjang karier internasionalnya, Maguire telah mencatatkan 66 caps dan menjadi sosok sentral di lini pertahanan Inggris selama era Gareth Southgate, sehingga ketidakhadirannya di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kejutan terbesar bagi publik sepak bola internasional.











