Bukittinggi – Ribuan pelari dari berbagai daerah dan negara berkumpul di pusat Kota Bukittinggi untuk mengikuti International Jam Gadang Fun Run 2026, Minggu (7/6/2026). Acara ini menjadi puncak peringatan satu abad berdirinya Jam Gadang, simbol sejarah dan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.

Lomba dimulai pukul 06.30 WIB dari depan Istana Bung Hatta dengan rute mengelilingi kawasan bersejarah Bukittinggi, yang berlatar menara Jam Gadang yang telah berdiri sejak 1927. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam ajang yang menggabungkan olahraga dan pelestarian budaya tersebut.

Imelda Sari, Wakil Ketua Umum IKA UNAND, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama strategis antara IKA UNAND dan Pemerintah Kota Bukittinggi. Ia menegaskan bahwa acara ini memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota bersejarah sekaligus destinasi wisata legendaris di Indonesia.

Menurut Imelda, “Jam Gadang Fun Run 2026 adalah wujud kebanggaan terhadap sejarah Bukittinggi. Kami ingin momentum satu abad ini menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya kota kepada generasi muda dan masyarakat dunia.” Pernyataan tersebut disampaikan usai pelepasan peserta oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

Ramlan menambahkan bahwa Bukittinggi memiliki peran penting sebagai ibu kota Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan pusat pemerintahan Sumatera Tengah. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menjaga Bukittinggi sebagai kota pedestrian yang ramah bagi warganya.

Perayaan ini turut dihadiri oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, yang memberikan apresiasi terhadap keindahan dan kenyamanan tata kota Bukittinggi. Kehadirannya menjadi simbol hubungan internasional yang erat antara Indonesia dan Belanda.

Ketua Umum DPP IKA UNAND, Denny Abdi, mengapresiasi kerja keras panitia yang mampu mengorganisasi acara berskala internasional ini dalam waktu singkat, hanya 1,5 bulan. Ia berharap semangat kolaborasi dan persahabatan yang terbangun melalui olahraga ini dapat memotivasi generasi muda menyongsong Indonesia Maju 2045.

Jam Gadang sendiri adalah menara setinggi 26 meter yang menjadi hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada sekretaris Fort de Kock, nama lama Bukittinggi. Salah satu keunikan arsitekturnya adalah penggunaan simbol Romawi “IIII” untuk angka empat pada mesin jam buatan Vorthmann, Jerman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *