Budapest – Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah menundukkan Arsenal melalui drama adu penalti yang menegangkan di Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Kemenangan ini mengukuhkan dominasi klub asal Prancis tersebut di kancah Eropa setelah mereka berhasil menjuarai kompetisi paling bergengsi ini dua tahun berturut-turut.
Pertandingan final berlangsung sengit sejak menit awal. Arsenal, yang tampil dalam final Liga Champions pertama mereka dalam dua dekade terakhir, sempat membuka harapan melalui gol Kai Havertz. Namun, PSG berhasil membalas lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele pada babak kedua. Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan berlanjut ke babak tambahan waktu 30 menit, di mana kedua tim gagal menciptakan gol penentu.
Dalam babak adu penalti, eksekusi pemain Arsenal, Eberechi Eze, menjadi sorotan tajam. Eze gagal menjalankan tugasnya setelah terlihat ragu-ragu saat melakukan ancang-ancang, yang menyebabkan bola melenceng dari sasaran. Kegagalan tersebut diperparah oleh tendangan Gabriel yang melambung tinggi, sekaligus memastikan kemenangan bagi PSG.
Legenda Liverpool, Steven Gerrard, secara terbuka mengecam teknik penalti yang diperagakan Eze. Menurut Gerrard, tindakan tersebut tidak masuk akal mengingat tekanan besar yang ada di dalam stadion. Ia menekankan bahwa dalam situasi krusial seperti final Liga Champions, pemain seharusnya mengandalkan teknik dasar yang solid daripada melakukan gerakan tambahan yang tidak perlu.
Senada dengan Gerrard, mantan gelandang Manchester United, Owen Hargreaves, turut mengkritik pola lari Eze. Hargreaves berpendapat bahwa awalan yang ragu-ragu justru memberikan tekanan psikologis tambahan bagi penendang itu sendiri. Ia menyarankan agar para pemain lebih memilih untuk langsung mengarahkan bola ke sudut gawang dengan tegas guna menghilangkan keraguan diri.
Meski menelan kekalahan pahit, perjalanan Arsenal musim ini tetap dianggap luar biasa. Skuad asuhan Mikel Arteta baru saja mengamankan gelar Liga Inggris pertama mereka sejak 2004. Mantan pemain Arsenal, Jack Wilshere, menyatakan keyakinannya bahwa klub tersebut akan kembali bersaing di level tertinggi Eropa dalam waktu dekat di bawah asuhan Arteta.
Di sisi lain, kemenangan ini disambut dengan sukacita oleh kubu PSG. Pemain PSG, Desire Doue, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti kerja keras tim sebagai sebuah keluarga. PSG kini tercatat sebagai tim kedua setelah Real Madrid yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions sejak format turnamen berubah.
Bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi penutup musim yang emosional. Setelah parade trofi Liga Inggris di London Utara yang dijadwalkan pada hari Minggu, tim harus segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk menatap tantangan kompetisi musim depan, meski trofi Liga Champions belum berhasil dibawa pulang ke Stadion Emirates.










