Atlanta – Tanjung Verde berhasil menahan imbang juara Eropa, Spanyol, dengan skor 0-0 pada laga perdana Grup H Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026). Debutan turnamen ini menunjukkan pertahanan yang disiplin dan kokoh, sehingga membuat Spanyol gagal mencetak gol sepanjang pertandingan.
Spanyol mendominasi penguasaan bola sejak awal dan terus menekan pertahanan Tanjung Verde. Namun, tim asuhan Bubista mampu menjaga jarak antarlini dengan rapat, membatasi ruang gerak para pemain La Roja. Peluang terbaik Spanyol di babak pertama datang dari Ferran Torres yang tembakannya membentur mistar, serta sundulan Mikel Oyarzabal yang berhasil digagalkan oleh kiper veteran Tanjung Verde, Vozinha.
Vozinha, yang berusia 40 tahun, tampil sebagai pahlawan dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan Aymeric Laporte menjelang akhir babak pertama. Penampilan gemilangnya menjadi faktor utama Tanjung Verde meraih satu poin berharga.
Meski lebih banyak bertahan, Tanjung Verde sesekali mampu keluar dari tekanan dan melancarkan serangan ke wilayah lawan, memberikan ruang bernapas bagi lini belakang yang terus digempur Spanyol. Pada babak kedua, dominasi Spanyol tetap berlanjut dengan upaya Fabian Ruiz melepaskan tendangan jarak jauh yang masih melambung di atas mistar.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memasukkan wonderkid Lamine Yamal pada menit ke-71 untuk memperkuat serangan. Kehadiran pemain muda Barcelona itu membuat permainan Spanyol lebih dinamis, namun pertahanan Tanjung Verde tetap solid. Para pemain Blue Sharks gigih menutup ruang dan memenangkan setiap duel, sehingga serangan Spanyol gagal membuahkan gol.
Hasil imbang tanpa gol ini menjadi kejutan besar di pekan pertama Piala Dunia 2026, menegaskan bahwa Tanjung Verde mampu bersaing meski menghadapi tim-tim unggulan.










