Jakarta – Kemenangan Alwi Farhan Alhasny di Australia Open 2026 menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan dan regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia. Prestasi ini juga menegaskan peran penting dukungan berkelanjutan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terhadap Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa keberhasilan Alwi merupakan tanda positif dari proses regenerasi bulu tangkis nasional yang berjalan efektif. Ia menegaskan, “Prestasi ini bukan hanya soal kualitas individu, tapi juga kekuatan ekosistem pembinaan yang mampu mencetak atlet muda siap bersaing di kancah internasional.”
Okki menambahkan bahwa BNI terus berkomitmen mendukung PBSI dalam membangun fondasi kuat untuk melahirkan generasi juara. “Keberhasilan atlet muda di Australia Open menunjukkan bahwa proses pembinaan sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Alwi Farhan berhasil menjuarai kategori tunggal putra setelah mengalahkan Dong Tian Yao dari China dengan skor 21-13, 21-13 di babak final. Penampilan gemilang Alwi menegaskan potensinya sebagai aset masa depan bulu tangkis Indonesia.
Di sektor ganda putri, pasangan Meilysa Trias Puspitasari dan Febriana Dwipuji Kusuma juga menunjukkan kemajuan signifikan. Meski harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Jia Yi Fan dan Shu Xian Zhang (China), penampilan mereka di final tetap mendapat apresiasi.
Sementara itu, Moh. Zaki Ubaidillah atau yang akrab disapa Ubed, berhasil mencapai semifinal turnamen BWF Super 500 untuk pertama kalinya. Meski kalah dari Dong Tian Yao, pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam kariernya.
Okki menekankan pentingnya pengalaman bertanding di level internasional untuk membentuk mental juara. “Setiap pertandingan internasional memberikan pelajaran berharga bagi atlet muda. Jam terbang dan kemampuan beradaptasi dengan lawan terbaik dunia adalah modal utama untuk menjaga tradisi kejayaan bulu tangkis Indonesia,” tuturnya.











