Jerez – Marc Marquez menghadapi awal musim MotoGP 2026 yang penuh tantangan setelah gagal finis pada MotoGP Spanyol, memperlebar jarak poinnya dengan pemuncak klasemen Marco Bezzecchi hingga 44 poin. Juara bertahan ini kini terjebak di posisi bawah klasemen setelah empat seri, dengan hasil terbaik hanya finis keempat di Brasil.
Kesulitan Marquez dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni adaptasi terhadap motor Ducati GP26 dan kondisi fisiknya yang belum pulih sepenuhnya. Meski Ducati telah memperbarui sistem pengereman di Jerez, Marquez mengaku belum merasa percaya diri. Cedera bahu yang dideritanya musim lalu juga membatasi agresivitasnya, seperti saat kecelakaan di lap kedua Jerez, di mana ia sengaja menghindari manuver ekstrem untuk mencegah cedera lebih parah.
Sementara itu, Marco Bezzecchi menunjukkan performa konsisten dengan tiga kemenangan dan satu kali finis kedua dalam empat seri awal. Meski kurang maksimal di sesi sprint race, Bezzecchi mampu mengumpulkan poin penuh di balapan utama yang lebih panjang.
Ironisnya, motor Ducati GP26 tetap menunjukkan potensi kompetitif di Jerez, dibuktikan dengan kemenangan Alex Marquez dari tim Gresini Racing. Hal ini menegaskan bahwa motor tersebut mampu bersaing di depan, namun kecocokan gaya balap dan karakter sirkuit masih menjadi kendala bagi Marc Marquez, meskipun ia sempat tampil kompetitif di sesi sprint.
Memasuki bulan Mei, Marquez harus segera menemukan ritme dan kepercayaan diri agar bisa kembali bersaing di papan atas klasemen MotoGP. Fase ini menjadi titik krusial bagi sang juara bertahan untuk bangkit dan memperbaiki performanya.










